Kompas.com - 07/03/2017, 17:56 WIB
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait usai bertemu tersangka dalam kasus kematian Kanja Isabel Putri alias Caca (4), di Mapolres Bogor, Selasa (7/3/2017). KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi BempahKetua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait usai bertemu tersangka dalam kasus kematian Kanja Isabel Putri alias Caca (4), di Mapolres Bogor, Selasa (7/3/2017).
|
EditorReni Susanti

BOGOR, KOMPAS.com - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyebut, Kabupaten Bogor masuk ke dalam zona merah kasus kejahatan dan kekerasan terhadap anak.

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait mengatakan, hampir 139 kasus kekerasan terhadap anak selama 2016, dilakukan orang-orang terdekat korban.

"Jadi, itu parameter pertama kenapa Bogor masuk ke dalam garis merah. Itu bisa terlihat dari data yang ada di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor terkait kasus anak-anak menjadi korban dan anak menjadi pelaku," ungkap Arist, di Mapolres Bogor, Selasa (7/3/2017).

Arist menambahkan, melihat data tersebut, pihaknya pun bersinergi dengan Polres Bogor dan mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor membangun gerakan perlindungan terhadap anak di masing-masing kampung.

Menurutnya, gerakan tersebut dinilai penting untuk memutus mata rantai kejahatan terhadap anak.

"Jadi di Bogor ini, selain kejahatan seksual, kejahatan fisiknya juga tinggi. Contohnya, kasus di Gunung Putri, di Sentul, dan wilayah lainnya. Itulah yang ingin saya sampaikan kepada Bupati, harus dibangun sebuah gerakan perlindungan anak di tiap-tiap kampung," jelasnya.

Dirinya juga menilai, saat ini sistem kekerabatan di masyarakat sudah tidak berjalan dan saling cuek. Selain itu, kata Arist, dengan kepadatan penduduk di daerah Bogor, dengan tata kota yang tidak mendukung, maka kejahatan itu ada di sana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Arist menjelaskan, penegakkan hukum akan bisa berjalan kalau masyarakat ikut terlibat. Banyak kasus-kasus kejahatan terhadap anak terutama kejatan seksual tidak dilaporkan keluarga karena dianggap aib.

"Kita mau mengajak bahwa sistem kekerabatan yang sudah hilang itu dibangun kembali. Sekarang banyak orang-orang justru cuek, nggak peduli," tutup dia. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Regional
Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.