Hujan Es dan Angin Kencang di Surabaya, Puluhan Pohon Tumbang

Kompas.com - 07/03/2017, 17:22 WIB
Hujan es dan angin kencang robohkan pohon di kampus UIN Surabaya KOMPAS.com/Achmad FaizalHujan es dan angin kencang robohkan pohon di kampus UIN Surabaya
|
EditorFarid Assifa

SURABAYA, KOMPAS.com - Hujan deras disertai angin kencang dan es terjadi di Surabaya, Selasa (7/3/2017) sore.

Puluhan pohon tumbang dan sejumlah fasilitas gedung dikabarkan rusak.

Di kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, angin merobohkan puluhan motor mahasiswa yang diparkir di halaman kampus. Sebagian motor rusak tertimpa pohon tumbang.

Beberapa bagian kaca gedung juga pecah dan jatuh ke tanah.


Selain di Jalan Ahmad Yani, hujan deras dan angin juga terjadi di Jalan Jemursari, Jalan Raya Prapen, Jalan Raya Ngagel dan Bundaran Waru arah Sidoarjo.

Karena banyaknya pohon tumbang, lalu lintas di kawasan tersebut mengalami kemacetan.

Hingga saat ini, belum jelas berapa pengguna motor yang menjadi korban tertimpa pohon tumbang di kawasan tersebut.

Sementara itu, dari laporan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Juanda, pada pukul 15.50 WIB, dari pantauan citra radar, di wilayah Surabaya dan sekitarnya, terpantau gerakan awan Cumulonimbus atau awan CB dengan ketinggian lebih dari 4 kilometer.

Awan tersebut melampaui freezing level ketikanilai reaktifasi pada citra radar sangat tinggi hingga lapisan bawah, ditunjang oleh suhu permukaan awan yang cukup rendah, sehingga sangat berpotensi hujan es.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geledah 2 Rumah Terduga Teroris di Sukoharjo, Densus 88 Amankan Buku Jihad

Geledah 2 Rumah Terduga Teroris di Sukoharjo, Densus 88 Amankan Buku Jihad

Regional
Satu Pembunuh dan Pemerkosa Gadis 13 Tahun Divonis 7,5 Tahun Penjara

Satu Pembunuh dan Pemerkosa Gadis 13 Tahun Divonis 7,5 Tahun Penjara

Regional
Viral Foto 2 Bule Lecehkan Tempat Suci di Bali

Viral Foto 2 Bule Lecehkan Tempat Suci di Bali

Regional
Sempat Dilarang, Kini Demonstrasi Jelang Pelantikan Presiden Diperbolehkan

Sempat Dilarang, Kini Demonstrasi Jelang Pelantikan Presiden Diperbolehkan

Regional
Soal Video Mesum Tuban, Polisi Hanya Berlakukan Wajib Lapor

Soal Video Mesum Tuban, Polisi Hanya Berlakukan Wajib Lapor

Regional
Siswi Korban Pencabulan Guru Les Sembunyikan Kandungan Gunakan Hijab Besar

Siswi Korban Pencabulan Guru Les Sembunyikan Kandungan Gunakan Hijab Besar

Regional
Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modusnya Pijat Peregangan Otot

Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modusnya Pijat Peregangan Otot

Regional
Jual Miras ke Anak di Bawah Umur, Kakek-Nenek Ditangkap

Jual Miras ke Anak di Bawah Umur, Kakek-Nenek Ditangkap

Regional
Kisah Kakek Germanus, Puluhan Tahun Hidup di Gubuk Reyot Tanpa Listrik, Makan dari Belas Kasih Tetangga

Kisah Kakek Germanus, Puluhan Tahun Hidup di Gubuk Reyot Tanpa Listrik, Makan dari Belas Kasih Tetangga

Regional
“Si Perut Laper” Milik Jabar Raih Apresiasi dari Pemerintah Pusat

“Si Perut Laper” Milik Jabar Raih Apresiasi dari Pemerintah Pusat

Regional
Gara-gara 'TeLe ApIK' Jateng Raih Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik

Gara-gara "TeLe ApIK" Jateng Raih Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik

Regional
7 Tahanan Kabur dari Polsek Peusangan Bireuen Dibantu 2 Wanita

7 Tahanan Kabur dari Polsek Peusangan Bireuen Dibantu 2 Wanita

Regional
Guru Les Vokal yang Cabuli Siswi SMP Jadi Tersangka

Guru Les Vokal yang Cabuli Siswi SMP Jadi Tersangka

Regional
Pembunuh Sopir Mobil Rental Divonis Mati, Kejari Garut Akan Banding

Pembunuh Sopir Mobil Rental Divonis Mati, Kejari Garut Akan Banding

Regional
Dibesuk Mendikbud, Frans, Siswa SMP Wamena Ceritakan Saat Wajahnya Alami Luka Bakar karena Tolak Ikut Demo

Dibesuk Mendikbud, Frans, Siswa SMP Wamena Ceritakan Saat Wajahnya Alami Luka Bakar karena Tolak Ikut Demo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X