Raja Salman Menginap di St Regis, Survei Transplantasi Karang Dipindah

Kompas.com - 07/03/2017, 10:44 WIB
Wisatawan asing di Pantai Geger Nusa Dua Bali Selasa (7/3/2017) KOMPAS.COM/Ira RachmawatiWisatawan asing di Pantai Geger Nusa Dua Bali Selasa (7/3/2017)
|
EditorErlangga Djumena

DENPASAR, KOMPAS.com - kedatangan Raja Salman ke Bali berdampak pada pemindahan  agenda kegiatan lembaga lokal. Seperti yang dialami Nusa Dua Coral - Reef Foundation (NDCRF).

Semula NDCRF berencana melakukan survei lapangan uji coba transplantasi karang di perairan sekitar hotel St Regis, Nusa Dua-Bali tempat Raja Salman menginap.

"Semula kegiatan dilaksanakan di 150 meter lepas pantai St Regis tapi akhirnya kami pindahkan lokasinya karena kedatangan Raja Salman," kata direktur NDCRF Parama Hutasoid, Selasa (7/3/2017).

Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (6/3/2017). Melihat kondisi yang ada, NDCRF kemudian menggeser lokasi kegiatan ke lokasi yang letaknya di perairan dekat Hotel Club Med, masih di sekitar perairan Nusa Dua.

Proyek ini melibatkan mahasiswa asal Jepang dan Universitas Udayana - Bali. Survei lapangan ini sendiri bertujuan untuk mengamati kondisi biota laut di sekitar kawasan Nusa Dua demi kepentingan konservasi.

Walau demikian Parama mengaku bisa memahami kondisi tersebut. Apalagi kegiatan masih bisa berjalan dengan baik.

"Kami bisa memaklumi, yang datang kan tamu VVIP," kata Parama.

Sebelumnya Raja Salman tiba di Bali pada Sabtu (4/3/2017) melalui Bandara Ngurah Rai. Rencananya Raja beserta rombongan akan berlibur sampai di Bali sampai Minggu (12/3/2017) mendatang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembubaran Upacara Piodalan, Bupati Bantul: Semua Agama Statusnya Sama, Tidak Ada Beda-beda

Pembubaran Upacara Piodalan, Bupati Bantul: Semua Agama Statusnya Sama, Tidak Ada Beda-beda

Regional
Kronologi Korupsi Monumen Bahasa Pulau Penyengat Senilai Rp 2,2 M

Kronologi Korupsi Monumen Bahasa Pulau Penyengat Senilai Rp 2,2 M

Regional
Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Regional
Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Regional
Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Regional
Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Regional
Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Regional
Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

Regional
Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Regional
Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Regional
5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

Regional
Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Regional
Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X