Asas Pemerataan dalam Percepatan Pembangunan Sumatera Utara

Kompas.com - 03/03/2017, 16:33 WIB
Pekerja menyelesaikan pekerjaan di sekitar simpang susun (interchange) Lubuk Pakam di ruas jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (24/2). Pembangunan fisik ruas jalan tol itu secara keseluruhan sudah selesai 80 persen dan ditargetkan rampung Desember 2017.

Kompas/Nikson Sinaga (NSA)
24-02-2017 KOMPAS/NIKSON SINAGAPekerja menyelesaikan pekerjaan di sekitar simpang susun (interchange) Lubuk Pakam di ruas jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (24/2). Pembangunan fisik ruas jalan tol itu secara keseluruhan sudah selesai 80 persen dan ditargetkan rampung Desember 2017. Kompas/Nikson Sinaga (NSA) 24-02-2017
EditorLaksono Hari Wiwoho

KOMPAS.com — Secara geografis, Provinsi Sumatera Utara berada di posisi antara 10 dan 40 derajat Lintang Utara dan 98,0 hingga 10,00 derajat Bujur Timur. Ini merupakan wilayah yang strategis.

Daerah ini luasnya mencapai 71.680,68 km persegi atau 3,72 persen dari luas wilayah Republik Indonesia. Wilayahnya ini terdiri dari 162 pulau, yaitu 6 pulau di pantai timur dan 156 pulau di pantai barat.

Bagian timur Sumut persis di jalur pelayaran internasional Selat Malaka. Bagian baratnya berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Sumut juga berada dekat dengan negara Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Dengan posisi seperti itu, Sumut merupakan wilayah potensial sebagai hub internasional. Masalahnya, hingga 2015, jangankan menjadi prioritas, potensi besar Sumut tersebut belum sepenuhnya tersentuh, bahkan boleh dibilang masih tertinggal. Infrastruktur jalan, misalnya, sejak Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), belum ada kemajuan yang signifikan.

Kondisi infrastruktur jalan nasional di Sumut merupakan yang terburuk jika dibandingkan jalan nasional di daerah lain di Pulau Sumatera. Ratusan kilometer jalan nasional rusak. Hanya di Sumut pula, masih ada jalan nasional yang berupa tanah.

Ironis memang. Padahal, kontribusi Sumut bagi negara terhitung besar. Dari perkebunan kelapa sawit yang mencapai 1,1 juta hektar atau 24 persen dari total wilayah daratan yang mencapai 72.000 km persegi, Sumut hanya kalah dari Provinsi Riau yang memiliki luas lahan sawit 2 juta hektar. Kebun sawit Sumut memberikan sumbangan bagi pemasukan negara sebanyak ratusan triliun rupiah.

Buruknya infrastruktur Sumut tidak lepas dari fokus pembangunan yang lebih Jawa-sentris. Karena itu, lahirnya program Indonesia-sentris yang digagas Presiden Joko Widodo memberikan angin segar. Ini bukan hanya untuk Sumut, melainkan juga daerah lain.

Khusus di Sumut, harapan indah tumbuh seiring dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Beleid yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 8 Januari 2016 itu menetapkan 10 proyek strategis nasional di Sumatera Utara.

Proyek itu meliputi jalan tol Medan-Binjai sepanjang 16 kilometer dan jalan tol Kisaran-Tebing Tinggi sebagai bagian dari delapan ruas Trans-Sumatera, kereta api Tebing Tinggi Kuala Tanjung sebagai bagian dari jaringan KA Trans-Sumatera, pengembangan pelabuhan internasional Kuala Tanjung, serta pembangunan pipa gas Belawan-Sei Mangkei kapasitas 75 mmscfd dengan panjang 139,24 km.

Selanjutnya adalah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mebidang, Bendungan Lausimeme, pembangunan Kawasan Industri Prioritas Kuala Tanjung dan Sei Mangkei, percepatan infrastruktur transportasi, listrik, dan air bersih untuk 10 kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) prioritas Danau Toba, serta proyek pembangunan smelter Kuala Tanjung.

Satu tahun setelah beleid turun, pembangunan di wilayah Sumut rupanya masih terasa sepoi-sepoi. Arus deras pembangunan yang diharapkan sepertinya belum sepenuhnya dirasakan warga.

Karenanya, menarik manakala Presiden Joko Widodo, dalam rapat terbatas (ratas) tentang Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Sumatera Utara bersama Gubernur Sumatera Utara H Tengku Erry Nuradi di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (16/2/2017) sore, mengingatkan agar pemerataan pembangunan antar-wilayah di Provinsi Sumatera Utara betul-betul diperhatikan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X