Menengok Cara Kreatif Pengelolaan Sampah di Jambangan Surabaya

Kompas.com - 02/03/2017, 11:03 WIB
Tumpukan sampah organik diproses dengan metode Kue Lapis di Pusat Daur Ulang Kelurahan Jambangan, Kecamatan Jambangan, Surabaya KOMPAS.com/Achmad FaizalTumpukan sampah organik diproses dengan metode Kue Lapis di Pusat Daur Ulang Kelurahan Jambangan, Kecamatan Jambangan, Surabaya
|
EditorFarid Assifa

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, mengklaim, akibat "treatment" khusus terhadap sampah itu, pasokan sampah dari pasar tradisional di Surabaya yang masuk ke TPA berkurang hingga 40 ton dalam sehari.

"Sampah dari pasar berkurang hampir 40 ton, kalau sampah dari rumah tangga di perkampungan bisa berkurang 300 ton per hari," jelasnya.

Fakta itu, kata Risma, tidak luput dari peran dan kerja 28.600 kader lingkungan dan 620 fasilitator yang tersebar di seluruh Surabaya.

"Mereka terus mendorong dan memotivasi warga untuk sadar kebersihan. Sekarang banyak kelurahan telah memiliki bank sampah," tambahnya.

Pemkot juga mendorong sekolah dan kampus untuk mengelola sampah yang dihasilkan untuk menjadi energi yang berguna seperti listrik, pupuk dan sebagainya.

Selama ini, kata Risma, gas metana yang dihasilkan dari sampah di TPA Benowo sudah bisa menghasilkan 1 megawatt energi listrik yang dijual ke PT PLN. Diharapkan produksi energi listrik akan bertambah hingga 10 megawatt pada 2018 nanti.

Melalui ratusan kader lingkungan di setiap kelurahan, Pemkot Surabaya juga sedang gencar kampanye pengelolaan sampah dari sumbernya, dalam hal ini, rumah tangga, karena TPA yang ada dipastikan tidak bisa menampung semua sampah yang dihasilkan warga Surabaya.

Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya mencatat, volume sampah di TPA Benowo saat ini mencapai kurang lebih 1.500 ton. Sebagian besar merupakan sampah organik dengan prosentase 60 persen. Sisanya sampah anorganik. 

Bukan hanya mengurangi pasokan sampah ke TPA, Pemkot Surabaya, kata Sekretaris Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya, Aditya Waskita, juga sedang mengurangi pasokan sampah yang dibuang ke laut.

“Kami ada lomba kebersihan antar-kampung di bantaran sungai. Kami juga memasang trap (perangkap) sampah di sungai supaya sampah tidak ke laut. Termasuk juga bekerja sama dengan Dinas PU Bina Marga untuk mengambil sampah yang ada di saringan rumah pompa,” jelasnya.

Prinsipnya, kata dia, pengelolaan sampah yang dilakukan Pemkot Surabaya tetap mengandalkan partisipasi masyarakat.

"Jika tanpa partisipasi masyarakat, kita tidak akan bisa melakukan pengelolaan sampah secara maksimal, kuncinya partisipasi masyarakat," tegasnya.

Kota Surabaya dan sejumlah daerah seperti Balikpapan, Makasar, dan Depok, ditunjuk sebagai role model pengelolaan sampah yang baik untuk menuju Indonesia bersih dari sampah pada 2020.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

Regional
5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Regional
Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

Regional
Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

Regional
Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Agustus 2020

Regional
2 Poliklinik di RSUD Aceh Tamiang Ditutup, 59 Tenaga Medis Dites Swab

2 Poliklinik di RSUD Aceh Tamiang Ditutup, 59 Tenaga Medis Dites Swab

Regional
Tanam Sayur di Pekarangan Selama Pandemi, Ibu-ibu Ini Raup Belasan Juta Rupiah

Tanam Sayur di Pekarangan Selama Pandemi, Ibu-ibu Ini Raup Belasan Juta Rupiah

Regional
Gunung Sinabung Kembali Erupsi Setinggi 2.000 Meter

Gunung Sinabung Kembali Erupsi Setinggi 2.000 Meter

Regional
Ini Pengakuan Tersangka Fetish Kain Jarik kepada Polisi

Ini Pengakuan Tersangka Fetish Kain Jarik kepada Polisi

Regional
Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Ditetapkan sebagai Tersangka UU ITE

Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Ditetapkan sebagai Tersangka UU ITE

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X