5 Tahun Terganjal Biaya, Penyandang Disabilitas Ini Terima Ijazahnya

Kompas.com - 28/02/2017, 15:40 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyerahkan ijazah kepada Zulifikar, warga penyandang disabilitas, Senin (17/2/2017), setelah ijazahnya tertahan selama lima tahun akibat biaya tunggakan selama sekolah. DOK. HUMAS PEMKOT SEMARANGWali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyerahkan ijazah kepada Zulifikar, warga penyandang disabilitas, Senin (17/2/2017), setelah ijazahnya tertahan selama lima tahun akibat biaya tunggakan selama sekolah.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

SEMARANG, KOMPAS.com – Selama hampir lima tahun terakhir, Muhammad Zulfikar Fauzi (20) tidak pernah bisa mendapatkan ijazah pendidikan dari Madrasah Tsanawiyah Al Watoniah Semarang.

Zulfikar, pemuda penyandang disabilitas, itu berasal dari keluarga tidak mampu. Ayahnya, Anshori, tidak mampu menebus biaya ijazah itu sehingga tidak diperbolehkan mendapatkan surat keterangan lulus madrasah.

Ijazah itu baru diterimanya pada Senin (27/2/2017) kemarin. Itu pun setelah Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menebus biaya yang belum terbayar sejak ia sekolah hingga dinyatakan lulus pada 2012.

Dengan duduk di kursi roda, Zulfikar yang tinggal di Jalan Widuri 3 Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, tampak tersenyum memegang lembaran kertas yang menunjukkan bahwa ia telah menyelesaikan pendidikan setingkat SMP.

Zulfikar tampak lega dan mengucap rasa syukur karena telah dibantu mendapatkan surat kelulusan itu. Dia terlihat senang karena ijazahnya diberikan secara langsung oleh Hendrar di Balai Kota Semarang.

"Semua warga di Kota Semarang punya hak yang sama untuk mendapat pendidikan yang layak, termasuk yang dalam kategori tidak mampu. Kami di Pemerintah Kota Semarang punya beasiswa kok. Kalau ada seperti ini, tolong sampaikan saja ke kami, biar kami yang menyelesaikan," ujar Hendrar dalam siaran persnya.

Persoalan ini diselesaikan setelah Hendrar memanggil pihak sekolah dan orangtua Zulfikar. Keduanya duduk bersama di satu meja untuk mencari jalan keluar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Awalnya, Anshori beberapa kali meminta ijazah anaknya dengan menunjukkan surat tidak mampu kepada pengurus sekolah.

Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil karena ia diminta melunasi biaya tunggakan. Anshori terkejut karena biaya tunggakan konon mencapai Rp 30 juta.

Setelah dipertemukan, pihak sekolah menyatakan bahwa biaya tunggakan tidak mencapai jutaan rupiah, tetapi sebesar Rp 871.500. Pengurus sekolah menahan ijazah karena Zulfikar belum melakukan proses cap tiga jari.

Permasalahan itu pun akhirnya selesai setelah Pemkot Semarang membantu pelunasan biaya tunggakan selama sekolah itu.

Meski baru mendapat ijazah MTs, Zulfikar masih berhak melanjutkan pendidikannya.

Hendrar membagikan nomor telepon pribadinya jika suatu waktu Zulfikar ingin melanjutkan sekolah lagi tetapi kekurangan biaya.

"Terima kasih banyak untuk Pak Wali, ke depannya ijazah ini pasti sangat berguna," kata Zulfikar.

Dia berharap ijazah yang diberikan bisa membantu menggiatkan diri untuk belajar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.