Di Balik Banjir, Longsor, dan Puting Beliung yang Silih Berganti

Kompas.com - 28/02/2017, 10:00 WIB
Sejumlah petani bawang menembus banjir akibat meluapkan Sungai Pemali, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (16/2/2017). Tribun Jateng/Mamdukh Adi PriyantoSejumlah petani bawang menembus banjir akibat meluapkan Sungai Pemali, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (16/2/2017).
|
EditorCaroline Damanik

MAGELANG, KOMPAS.com - Sejak awal tahun, bencana alam, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga puting beliung, menerjang berbagai daerah di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, silih berganti.

Deputi Bidang Meteorologi Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Yunus S Swarinoto, bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan puting beliung, tersebut terjadi karena dipicu oleh intensitas curah hujan yang cenderung meningkat.

Yunus menuturkan, hujan lebat, biasanya berlangsung dengan cepat dalam beberapa puluh menit saja ataupun hujan sedang yang berlangsung berjam-jam,  bisa mengakibatkan longsor jika jatuh pada lereng pengunungan yang labil.

"Jadi yang berperan penting bagi hujan adalah intensitasnya dan lamanya berlangsung," ujar Yunus kepada Kompas.com.

Intensitas hujan itu sendiri dipengaruhi oleh beberapa unsur, seperti konvergensi angin yang saat ini sedang berada di atas Pulau Jawa. Jika ada pasokan air yang cukup, angin yang berkumpul tersebut akan memunculkan pertumbuhan awan.

"Uap air berasal dari suhu muka laut (SML) yang masih panas di sebagian wilayah Indonesia," kata Yunus.

Seorang pengendara motor dibantu warga menyeberangi material longsor untuk menuju ke Kota Gorontalo.
Sebagai contoh, BMKG mencatat suhu muka laut di Samudera Hindia Selatan Jawa Barat berkisar antara 28-30 derajat celcius pada medio Februari 2017 ini dengan anomali suhu muka laut 2-4 derajat celcius. Kondisi ini mengindikasikan suplai uap air sebagai pendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa Barat dan Sumatera relatif tinggi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain konvergensi angin, lanjutnya, ada juga belokan angin yang mengakibatkan pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan. Lalu ada pula awan-awan yang ada di lereng pegunungan "dipaksa" naik oleh gerakan udara sehingga menghasilkan hujan orografi.

Awan-awan hujan tumbuh berdasarkan tingkat kelembaban suatu wilayah. Yunus menyebutkan, nilai kelembaban relatif di wilayah Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur hingga Papua Barat, berkisar pada lapisan 850 dan 700 mb, umumnya bernilai lebih dari 70 persen.

"Nilai kelembaban ini menunjukan bahwa kondisi udara basah yang berpotensi terhadap pertumbuhan awan-awan hujan cukup signifikan di wilayah tersebut," ungkapnya.

Cuaca ekstrem

Belakangan juga muncul istilah "cuaca ekstrem" yang kerap disebut-sebut sebagai penyebab bencana alam. Yunus menjelaskan ekstrem merupakan istilah untuk menunjukkan istilah adanya kondisi lebih daripada nilai rujukan tertentu.

Hujan ekstrem lanjut dia, merupakan hujan yang melebihi ukuran 150 milimeter per hari. Namun demikian hujan ekstrem tidak selalu terjadi meski suatu wilayah masuk dalam musim hujan (MH).

"Sebagai contoh, saat ini Jakarta masih masuk dalam musim hujan. Wajar saja jika kadang terjadi hujan ekstrem. Tapi hujan ekstrem sangat jarang terjadi. Apalagi berurutan," ungkapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X