Sri Rabitah: Saya Tidak Ikhlas Ginjal Saya Diambil Diam-diam

Kompas.com - 27/02/2017, 18:16 WIB
Sri Rabitah (25) mantan TKI asal Lombok, Nusa Tenggara Barat memperlihatkan hasil Rontgen ginjalnya. KOMPAS.com/ Karnia SeptiaSri Rabitah (25) mantan TKI asal Lombok, Nusa Tenggara Barat memperlihatkan hasil Rontgen ginjalnya.
|
EditorCaroline Damanik

LOMBOK UTARA, KOMPAS.com — Sri Rabitah (25), mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mengaku kehilangan ginjal saat bekerja di Qatar, mengatakan, dia tidak ikhlas setelah salah satu ginjalnya diambil tanpa sepengetahuannya.

"Niat saya datang ke sini, saya minta bantuan dari bapak untuk menuntut orang itu karena saya tidak ikhlas dunia akhirat ginjal saya diambil secara diam-diam," kata Sri Rabitah saat bertemu Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, Senin (27/2/2017).

Didampingi keluarga, perangkat desa, dan Pusat Bantuan Hukum Buruh Migran wilayah NTB, Sri datang ke Kantor Bupati Lombok Utara untuk mengadukan nasibnya.

Kepada Najmul, warga Dusun Lokok Ara, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB, ini menceritakan pengalamannya selama bekerja di Qatar pada tahun 2014 silam.

Saat bekerja di Qatar inilah, ginjal sebelah kanan milik Sri diduga diambil melalui jalan operasi. Sejak saat itu, kondisi kesehatan Sri terus menurun. Dia tidak kuat bekerja, bahkan kerap mengalami kencing darah, batuk darah, hingga keluar darah dari hidung.

Tiga tahun berselang, kondisi kesehatan Sri kian memburuk. Awalnya, Sri tidak mengetahui salah satu ginjalnya hilang. Hingga pada 21 Februari 2017 lalu, Sri melakukan cek kesehatan dan rontgen di RSUD Provinsi NTB.

Hasilnya sungguh mengejutkan, dokter mengatakan, Sri hanya memiliki satu ginjal. Sementara itu, ginjal sebelah kanan Sri tidak tampak dalam foto rontgen.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau dia minta ke saya, mungkin saya ikhlaskan. Akan tetapi, ini diambil tanpa sepengetahuan saya. Operasi itu dijalani tanpa izin dari orangtua. Tanpa ada tanda tangan dari saya juga," kata Sri.

Saat ini, Sri tengah menunggu jadwal operasi yang rencananya akan dilakukan pada 2 Maret 2017 mendatang di RSUP NTB. Meski kehilangan satu ginjal, ia berharap dapat pulih kembali agar dapat mengurus buah hatinya yang masih berusia empat bulan.

(Baca juga: Kerja di Qatar, Sri Rabitah Kehilangan Satu Ginjal)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X