Kompas.com - 27/02/2017, 15:40 WIB
Seekor Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) yang telah dipasangi wing marker (penanda sayap), banding (cincin bernomor seri), dan microchip, terbang meninggalkan kandang aklimatisasinya di Dusun Turgo, Desa Purwobinangun, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (26/2/2013). Pelepasliaran tersebut ditujukan untuk menambah populasi sekaligus menjaga kelestarian Elang Jawa di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi tersebut.
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOSeekor Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) yang telah dipasangi wing marker (penanda sayap), banding (cincin bernomor seri), dan microchip, terbang meninggalkan kandang aklimatisasinya di Dusun Turgo, Desa Purwobinangun, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (26/2/2013). Pelepasliaran tersebut ditujukan untuk menambah populasi sekaligus menjaga kelestarian Elang Jawa di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi tersebut.
|
EditorCaroline Damanik

SLEMAN, KOMPAS.com - Petugas Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) menyelamatkan seekor anak elang jawa yang secara tiba-tiba jatuh dan menabrak dinding pagar. Burung dengan nama latin Nisaetus bartelsi ini telah dilepasliarkan setelah pengecekan medis dilakukan.

"Kejadiannya sekitar beberapa bulan lalu, ada anak elang jawa yang jatuh. Kebetulan jatuhnya di kantor TNGM ini," ujar salah satu Petugas TNGM, Asep Nia Kurnia, saat ditemui, Senin (27/2/2017).

Asep menuturkan, secara tiba-tiba, ada seekor anak burung yang jatuh dan menabrak dinding pagar sebelah selatan Kantor Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Saat dicek dan dipastikan, ternyata anak burung tersebut merupakan anak elang jawa.

"Dipastikan itu memang anakan elang jawa. Kami langsung panggil dokter dari BKSDA," tegasnya.

Dokter BKSDA, lanjut dia, memastikan bahwa tidak ada luka yang dialami oleh anak elang jawa tersebut. Dokter hanya menyuntikkan vitamin sebelum anak elang jawa tersebut kembali dilepasliarkan.

"Kondisinya sehat, hanya disuntik vitamin. Lalu kita lepas liarkan lagi," ungkapnya.

Asep menduga, anak elang jawa tersebut sedang belajar terbang dan jatuh. Jika tidak, kemungkinan saat belajar terbang tersebut, si anak elang jawa dikejar oleh pemangsa dan kebingungan menyelamatkan diri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau yang dewasa, ketika terancam sudah tahu harus menyelamatkan diri kemana, biasanya kembali ke sarang," tandasnya.

Sementara itu, Putu Dhian, Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan TNGM, menyampaikan, dari ciri-cirinya, telah dipastikan bahwa yang jatuh adalah anak elang jawa. Namun belum diketahui apakah anak tersebut merupakan hasil perkembangbiakan elang jawa di Gunung Merapi.

"Kami belum mengetahui pasti apakah anakan yang jatuh itu hasil dari perkembangbiakan elang jawa Merapi atau bukan. Yang pasti, saat ini di Merapi ada enam ekor elang jawa," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.