Kompas.com - 27/02/2017, 12:50 WIB
Anggota kepolisian saat melakukan olah TKP di Taman Pandawa, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Senin (27/2/2017). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI KOMPAS. com/DENDI RAMDHANIAnggota kepolisian saat melakukan olah TKP di Taman Pandawa, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Senin (27/2/2017). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
|
EditorErlangga Djumena

BANDUNG, KOMPAS.com — Pelaku teror bom di kantor Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, diketahui sempat meledakkan bom di Taman Pandawa yang berjarak puluhan meter dari kantor Kelurahan Arjuna.

Toni (46), salah seorang penjual cakwe, menuturkan, sekitar pukul 08.30 WIB, suasana di Taman Pandawa masih tenang. Hanya terlihat puluhan siswa SMA 6 Bandung yang tengah berkegiatan olahraga di taman. Namun, suasana mendadak riuh sewaktu sebuah benda meledak di pinggir taman.

Baca: Sebelum Baku Tembak, Terduga Teroris Bandung Sempat Meledakkan Bom

Toni yang hanya berjarak puluhan meter dari tempat bom meledak pun terkaget-kaget.

"Saya kaget, pas dilihat ada benda seperti panci berwarna putih sebesar helm. Kencang banget ledakannya," kata Toni di lokasi kejadian, Senin (27/2/2017) siang.

Sesaat setelah bom meledak, kata Toni, pelaku langsung dikejar para siswa sekolah yang sedang berolahraga. Namun, pelaku malah mengacungkan sebilah pisau sambil tertawa.

"Saya lihat orang itu bawa pisau sambil ketawa-ketawa, ayo sini, ayo sini. Anak-anak pun dari jauh menggiring dia (pelaku) sampai akhirnya lari ke kantor Kelurahan Arjuna. Mereka (siswa) meneriaki teroris, teroris," ucap Toni menirukan kalimat yang dilontarkan pelaku.

Sementara itu, Sofian (40), warga lain, sempat berpapasan dengan pelaku. Namun, ia tak mencurigai bahwa pelaku yang mengenakan jaket berwarna hitam itu merupakan teroris.

"Saya pakai motor, saya sempat mau tabrak, tapi ragu. Saya kira anak-anak sekolah sedang berkelahi. Saya lihat dia pakai jaket dan membawa tas. Di belakang tasnya ada kabel," ungkapnya.

Dari pantauan Kompas.com, aparat kepolisian telah melingkari area Taman Pandawa. Polisi pun langsung melakukan olah TKP dan memeriksa sebuah kursi dari besi yang diduga menjadi tempat penyimpanan bom tersebut.

Baca: Ditembak, Terduga Teroris Bom Bandung Dibawa ke Rumah Sakit

Kompas TV Ledakan diduga bom panci terjadi di Bandung, Jawa Barat. Satu pelaku bom panci saat ini telah dikepung aparat Polrestabes Bandung dan Polda Jawa Barat. Dikabarkan, pelaku telah meninggal dunia dan saat ini dibawa ke rumah sakit untuk diidentifikasi. Berikut detik-detik penggerebekan pelaku pengeboman.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.