Bicara soal Keadilan dan Kesenjangan, Wapres JK Singgung Banjir Jakarta

Kompas.com - 26/02/2017, 18:30 WIB
Wakil Presiden Muhamad Jusuf Kalla saat membacakan sambutannya dalam acara penutupan Tanwir Muhamadiyah di Gedung Islamic Centre Ambon,Minggu (26/2/2017) sore Kontributor Ambon, Rahmat Rahman PattyWakil Presiden Muhamad Jusuf Kalla saat membacakan sambutannya dalam acara penutupan Tanwir Muhamadiyah di Gedung Islamic Centre Ambon,Minggu (26/2/2017) sore
|
EditorFidel Ali

AMBON, KOMPAS.com - Wakil Presiden Muhamad Jusuf Kalla mengungkapkan kesenjangan dan keadilan menjadi masalah serius yang tidak hanya dihadapi oleh bangsa Indonesia namun juga dialami oleh berbagai bangsa di belahan dunia.

“Negara maju banyak juga yang mengalami ketimpangan, seperti Amerika juga di Eropa apalagi Asia, Afrika dan sebagainya, karena itu keadilan harus diperhatikan,” ungkapnya saat menutup Tanwir Muhamadiyah di Ambon, Minggu (26/2/2017).

Dia menjelaskan, bangsa Indonesia telah menjadikan keadilan sosial sebagai salah satu falsafah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Diakuinya, Pancasila selama ini telah dilaksanakan dan diamalkan dengan baik, namun pengamalan terhadap sila kelima dinilainya belum cukup dijalankan sebagaimana mestinya.

“Saya sependapat dengan Buya bahwa Pancasila adalah hal yang bukan kita tidak laksanakan, hanya sila kelima yang paling sulit dan paling telat kita laksanakan, karena itulah adalah sangat tepat Muhamadiyah pada Tanwir ini membicarakan hal itu untuk hari ini dan kedepan, tanpa itu bangsa ini akan tercecer,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu dia juga menyinggung soal banjir di Jakarta yang dinilainya menjadi masalah serius yang dihadapi saat ini.

“Saya memberikan contoh yang sederhana, pada tahun 2017, bulan Februari banjir besar di Jakarta, tapi di Jakarta ada beberapa pintu air untuk melindungi beberapa daerah yang penting salah satu pintu air itu di Manggarai, kenapa ada pintu air di Manggarai agar Menteng jangan banjir,” sebutnya.

Dia mengatakan di kawasan Menteng ada Kantor Muhamadiyah di sana dan juga rumahnya, dan disaat banjir tiba, pintu air Manggarai langsung ditutup dan dijaga oleh aparat kepolisian, dengan begitu amanlah kawasan Menteng.

“Saat hujan keras pintu air Manggarai dijaga oleh polisi agar jangan sampai dibuka, maka banjirlah Manggarai, rakyat yang tinggal di situ kebanjiran, mereka marah, akhirnya Gubernur Basuki dengan terpaksa membuka pintu air dan banjirlah Menteng sampai ke istana dan orang Manggarai tepuk tangan bahwa dia telah sama dengan siapapun. Keadilan tercapai,” ungkapnya.

“Keadilan itu bisa sama rata sama rasa, tapi apakah keadilan begitu yang kita harapkan? Tentu bukan sebenarnya yang kita harapkan Menteng tidak banjir tapi manggarai juga tidak banjir itu namanya keadilan turun ke bawah, yang kita harapkan keadilan naik ke atas bahwa Menteng tidak banjir tapi semuanya juga tidak banjir,” tambahnya.

Dalam persoalan itu JK meminta agar semua pihak dapat mengintrospeksi diri dan bersatu untuk memecahkan setiap masalah yang sedang terjadi di bangsa ini. Dia mengatakan keadilan dan kemajuan harus dapat dilaksanakan dan diraih secara bersama.

“Itulah suatu introspeksi kepada kita semua apa itu keadilan, bahwa kita menikmati suatu kemajuan secara bersama-sama tidak sebagian kecil saja yang menikmatinya, atau berkemajuan itu semuanya itu contoh yang kita harus laksanakan,” ungkapnya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X