Kompas.com - 25/02/2017, 08:38 WIB
Wisman di Gili Trawangan, Lombok, NTB, siap menaiki kapal cepat menuju Bali, Jumat (25/8/2016). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAWisman di Gili Trawangan, Lombok, NTB, siap menaiki kapal cepat menuju Bali, Jumat (25/8/2016).
|
EditorIcha Rastika

MATARAM, KOMPAS.com - Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU), NTB, mendatangkan dua unit mobil ke Gili Trawangan untuk mengakut sampah.

Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar saat dikonfirmasi membenarkan bahwa didatangkannya mobil ke Gili Trawangan itu dalam rangka menangani masalah sampah.

"Memang ada kontroversi kemarin ketika mendatangkan mobil, tetapi saya jelaskan bahwa ini obat. Mungkin pahit kita mendatangkan mobil ini, tetapi Insya Allah ini akan menyehatkan," kata Najmul ditemui di Gili Trawangan, Jumat (24/2/2017).

(Baca juga: "Kalau Tidak Dibersihkan, Gili Trawangan Mungkin Ditinggalkan Orang..")

Selama ini, Gili Trawangan dikenal sebagai pulau tanpa polusi kendaraan bermotor. Alat transportasi utama di pulau ini adalah cidomo dan sepeda.

Namun, untuk membersihkan sisa material dan sampah, kendaraan tersebut dibutuhkan. Najmul mengatakan, setiap hari ada 18 ton sampah dihasilkan di Gili Trawangan.

Sementara itu, jumlah cidomo yang ada di Gili tidak mampu mengangkut semua sampah tersebut secara manual.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terkait permasalahan sampah ini, pemda setempat akan terus mencari terobosan, apakah akan tetap menggunakan tempat pembuangan akhir sampah yang ada di Gili Trawangan atau membeli kapal tongkang untuk mengangkut sampah ini keluar.

"Sudah kita pikirkan, berapa pun biayanya karena ini demi pelayanan kita terhadap sektor pariwisata ini. Kalau memang kapal tongkang ini harus kita beli, kita beli," kata Najmul.

Dia mengatakan, tahun ini adalah tahun pelayanan Pemda KLU terhadap sektor pariwisata.

Oleh karena itu, kata dia, pihak pemda tidak hanya mengharapkan sesuatu dari pariwisata tanpa berbuat untuk sektor pariwisata itu sendiri.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu M Faozal mengatakan, mobil pengangkut sampah di Gili Trawangan hanya bersifat sementara.

"Dengan kata terpaksa kendaraan ini kita masukkan, tetapi dalam jangka waktu yang amat sangat terbatas. Begitu dia selesai, (material) bongkaran sudah kita angkat, semuanya sudah bisa kita evakuasi, kendaraan juga kita keluarkan pasti," kata Faozal.

(Baca juga: Lari Keliling Gili Trawangan, Gubernur NTB Kenalkan "Sport Tourism")

Dia mengatakan, pihaknya sudah mengatur jam operasional mobil pengangkut sampah tersebut.

Agar tidak mengganggu wisatawan, mobil hanya boleh beroperasi mulai pukul 03.00 Wita hingga pukul 07.00 Wita.

"Pasti kita harus keluarkan kendaraan itu, sebentar saja sudah selesai. 10 hari target kita dengan Pak Bupati (mobil) sudah keluar," kata Faozal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X