Kompas.com - 24/02/2017, 13:04 WIB
|
EditorCaroline Damanik

KEDIRI, KOMPAS.com - Ikan cupang atau Betta Splendens kerap dikenal sebagai ikan hias karena memiliki tampilan fisik yang indah.

Sebagai ikan hias, ikan air tawar ini unggul karena keberagaman warnanya, terutama pada bagian sirip dan ekornya. Apalagi saat mengembang, ekor dan sirip itu akan nampak eksotis.

Meskipun penampilannya menarik, ikan ini dikenal mempunyai perangai yang galak. Pejantan akan agresif kepada pejantan lainnya. Karakter ini yang kemudian membuatnya diburu untuk dimanfaatkan sebagai ikan aduan.

Selain itu, ikan cupang juga bisa digunakan sebagai senjata biologis, yaitu untuk pembasmi jentik nyamuk. Kemampuannya cukup efektif untuk menanggulangi larva nyamuk yang ada di dalam air.

Beberapa daerah, seperti Kediri, menggunakan ikan jenis ini pada program ikanisasi untuk melawan jentik nyamuk secara alami. Daya tahan tubuhnya yang kuat juga menjadi keunggulan ikan ini.

(Kompas.com/M.Agus Fauzul Hakim) Cara pembesaran ikan cupang jantan yang dilakukan warga Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur
Ikan cupang dengan segala kelebihannya itu menjadi potensi ekonomi bagi sebagian warga Kediri, Jawa Timur. Ada yang membudidayakannya sebagai sumber penghasilan utama, ada pula yang mengembangkannya sekedar untuk tambahan penghasilan.

Seperti yang dilakukan oleh Heru Sulistyo (46), warga Lingkungan Dander Kelurahan Ketami yang ada di Kecamatan Pesantren. Wilayah itu hampir 70 persen warganya membudidayakan ikan cupang.

Dari membudidayakan ikan ini, Heru mampu meraih omset hingga Rp 15 juta tiap bulannya. Omset itu didapatnya dari 50 petak kolam ukuran 2x5 meter. Masing-masing kolam itu mampu menampung setidaknya 30.000-40.000 benih ikan dengan masa panen 21 hari.

Harga jualnya tergantung jenis, seperti jenis serit perekor seharga Rp 80, plakat Rp 90- Rp 100, serta jenis bulan Rp 100-Rp 125. Harga itu ditingkat petani dan untuk cupang yang masih kategori benih.

"Pasaran jualnya sudah lintas kota," ujar pria yang sudah menekuni usahanya itu sejak tahun 1990-an itu saat ditemui belum lama ini.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.