Kompas.com - 23/02/2017, 15:08 WIB
Seorang nelayan asal Filipina (kanan) yang dipekerjakan perusahaan ikan asal Bitung, Sulawesi Utara, untuk menjaga rumah ikan di Laut Seram, Maluku, ditangkap kapal patroli Hiu Macan 03 dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Nelayan itu tiba di Ambon pada Senin (20/2). KOMPAS/FRANSISKUS PATI HERINSeorang nelayan asal Filipina (kanan) yang dipekerjakan perusahaan ikan asal Bitung, Sulawesi Utara, untuk menjaga rumah ikan di Laut Seram, Maluku, ditangkap kapal patroli Hiu Macan 03 dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Nelayan itu tiba di Ambon pada Senin (20/2).
EditorCaroline Damanik

KOMPAS.com - Mendung membungkus langit Ambon saat roda pesawat jenis Cessna 208B meninggalkan landasan Bandar Udara Pattimura, Jumat (17/2/2017) pagi. Disambut arakan awan tipis, pesawat melintasi Teluk Ambon, tempat ratusan kapal ikan asing berlabuh.

Sepuluh menit berselang, pilot Thomas dan kopilot Robert mengarahkan pesawat melintasi Pulau Seram dari selatan ke utara. Pesawat membelah bagian tengah pulau seluas 18.625 kilometer persegi itu hingga tiba di Laut Seram, lokasi perairan yang bertahun-tahun menjadi surga bagi para pencuri ikan.

Tiba di utara Seram, pesawat berbelok ke kanan dengan laju tidak lebih dari 125 knot (231,5 kilometer per jam). Jarak antara badan pesawat dan permukaan air hanya sekitar 350 meter. Tujuannya agar aktivitas perairan dapat terpantau dengan jelas dari pesawat. Perburuan pun dimulai.

M Ikhsan, analis penyusun rencana operasi kapal pengawas Direktorat Pemantauan dan Operasi Kapal Armada Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang memimpin operasi itu, melihat ke bawah lewat jendela pesawat. Saat ada obyek mencurigakan, ia mengambil teropong untuk melihat lebih dekat obyek itu. Kompas ikut dalam operasi menggunakan pesawat berkapasitas 12 penumpang itu, bersama 10 personel tim termasuk Ikhsan.

Satu jam kemudian, sebuah kapal ikan berukuran sekitar 300 gros ton (GT) terpantau di perairan sekitar Kabupaten Seram Bagian Timur. Ikhsan pun meminta pilot mengitari kapal itu. Merasa aksinya dalam pantauan, kapal menambah kecepatan. Ikhsan merekam posisi dan arah kapal kemudian melaporkan kepada petugas patroli laut di KM Hiu Macan 03 lewat telepon satelit.

Anggota tim lain dibantu pilot dan kopilot memantau perairan. Selain memantau kapal penangkap ilegal ikan, operasi juga bertujuan mengidentifikasi rumpon (rumah ikan) yang terpasang di Laut Seram. Sekitar koordinat 2º 35' 54" detik lintang utara dan 129º 28' 27" bujur timur terlihat sebuah rumpon.

Ikhsan kembali merekam posisi rumpon dan melaporkan kepada petugas di kapal. Rumpon yang berada lebih dari 12 mil laut (22,22 kilometer) dari darat itu tak mengantongi izin. Sekitar enam rumpon terdeteksi. Keberadaan rumpon mengganggu migrasi ikan dan menghalangi pergerakan ikan ke pesisir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kondisi ini menyulitkan nelayan lokal yang belakangan mencari ikan jauh ke tengah laut dengan waktu tempuh di atas tiga jam sehingga memerlukan bahan bakar yang cukup banyak. Selain itu, mengancam keselamatan nelayan ketika cuaca buruk melanda perairan.

Setelah pesawat memasuki sebagian wilayah Provinsi Papua Barat, kondisi cuaca mulai memburuk. Kontak visual terhalang kabut sehingga Ikhsan selaku ketua tim memutuskan operasi dihentikan. Pesawat pun kembali mendarat di Bandara Pattimura sekitar pukul 12.00 WIT, setelah lebih dari 3,5 jam meninggalkan landasan itu.

Operasi pada Jumat lalu merupakan hari ketiga sejak Rabu (15/2) dalam rangkaian Operasi Matra Udara. Selama tiga hari, ditemukan 64 rumpon yang semuanya diduga tak mengantongi izin. Salah satunya dijaga nelayan asing asal Filipina. Nelayan itu dibawa ke Ambon dan tempat tinggal di rumpon dibakar agar tidak mengganggu pelayaran.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Regional
Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Regional
Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Regional
Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.