Ribuan Sapi Asal NTT Tujuan Jakarta Tertahan di Pelabuhan

Kompas.com - 22/02/2017, 13:40 WIB

KUPANG, KOMPAS.com - Kepala Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Dani Suhadi mengatakan, lebih dari seribu sapi yang hendak dikirim ke Jakarta tertahan di bagian karantina Pelabuhan Tenau Kupang.

Menurut Suhadi, sapi-sapi itu tertahan sejak Januari 2017. Ternak tersebut merupakan bagian dari kuota 65.000 sapi yang dikirim dari NTT untuk memenuhi kebutuhan daging nasional tahun ini.

Ia menyebutkan, pengiriman terhambat akibat keterlambatan tender pengadaan sapi dari pemerintah pusat.

"Memang masalahnya yakni ada hambatan dalam menetapkan operator pengadaan sapi. Kemarin ada 12 perusahaan yang tercatat mengikuti lelang, tetapi hanya satu perusahaan yang memasukkan berkas sehingga tender pengadaan sapi harus diulangi," ujar Suhadi.

Ia mengatakan, surat keputusan (SK) Gubernur NTT tentang penetapan kuota antarpulau sapi baru dikeluarkan 3 Februari lalu. Karena itu, SK tersebut masih butuh sosialisasi kepada masyarakat.

Setelah sosialisasi selesai, akan dilanjutkan dengan pengiriman sapi ke luar daerah.

Suhadi mengatakan, proses ini masih membutuhkan waktu satu pekan lagi sehingga ia memastikan pengiriman sapi ke Jakarta baru akan dilakukan akhir bulan ini.

Pasca-sosialisasi SK kuota sapi, lanjut Suhadi, pengusaha akan dipersilakan mengirimkan sapi ke luar daerah menggunakan jasa angkutan kapal tol laut maupun kapal kargo.

Kuota pengiriman sapi dari NTT tahun ini meningkat 2.000 ekor dari kuota 2016 sebanyak 63.000 ekor.

Seharusnya kuota 2016 hanya 56.250 ekor, tetapi terjadi lonjakan permintaan saat hari raya Idul Adha dan Idul Fitri.

"NTT memenuhi tambahan permintaan sapi karena kuota di daerah cukup. Kuota sapi 2017 belum ditambah ternak lainnya seperti kuda dan kerbau yang mencapai sekitar 7.000 ekor, sehingga selama 2017 NTT akan mengirim sedikitnya 70.000 ternak ke luar daerah," kata dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorLaksono Hari Wiwoho

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Kisruh Konfercab PDI-P Surabaya Berakhir, Adi Sutarwijono Dilantik Gantikan Wisnu Sakti Buana

Kisruh Konfercab PDI-P Surabaya Berakhir, Adi Sutarwijono Dilantik Gantikan Wisnu Sakti Buana

Regional
Bus Cadangan Pengantar Calon Jemaah Haji Senggol Pagar, 1 Tewas, 4 Terluka

Bus Cadangan Pengantar Calon Jemaah Haji Senggol Pagar, 1 Tewas, 4 Terluka

Regional
Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Beha Timur, Bupati Sitaro Keluarkan Imbauan

Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Beha Timur, Bupati Sitaro Keluarkan Imbauan

Regional
Buaya 2,5 Meter Ditangkap karena Kerap Muncul di Lokasi Pemandian Anak

Buaya 2,5 Meter Ditangkap karena Kerap Muncul di Lokasi Pemandian Anak

Regional
Di Berlin, Kualitas Manajemen Pemkot Semarang Diakui Dunia

Di Berlin, Kualitas Manajemen Pemkot Semarang Diakui Dunia

Regional
Kembali ke Lapas Sukamiskin, Begini Aktivitas Setya Novanto

Kembali ke Lapas Sukamiskin, Begini Aktivitas Setya Novanto

Regional
Struktur Mirip Fondasi Ditemukan di Situs Peninggalan Majapahit

Struktur Mirip Fondasi Ditemukan di Situs Peninggalan Majapahit

Regional
5 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Cisinga Tasikmalaya Ditahan

5 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Cisinga Tasikmalaya Ditahan

Regional
Murid SD Diculik dan Dicabuli di Toilet SPBU di Pekanbaru

Murid SD Diculik dan Dicabuli di Toilet SPBU di Pekanbaru

Regional
Korban Gempa Bali dan Maluku Utara Dapat Bantuan Rp 15 Juta, Rumah Rusak Akan Diperbaiki

Korban Gempa Bali dan Maluku Utara Dapat Bantuan Rp 15 Juta, Rumah Rusak Akan Diperbaiki

Regional
Pengungsi Gempa di Maluku Utara Capai 3.104 Jiwa, Butuh Tikar dan Selimut

Pengungsi Gempa di Maluku Utara Capai 3.104 Jiwa, Butuh Tikar dan Selimut

Regional
Wakil Ketua DPRD Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Jasmas

Wakil Ketua DPRD Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Jasmas

Regional
Hasil Investigasi: Ambruknya Tiang Penyangga Tol BORR karena 'Human Error'

Hasil Investigasi: Ambruknya Tiang Penyangga Tol BORR karena "Human Error"

Regional
Gerebek Pesta Sabu, Polisi di Palu Dilempari Batu dan Diacungi Senjata Tajam oleh Warga

Gerebek Pesta Sabu, Polisi di Palu Dilempari Batu dan Diacungi Senjata Tajam oleh Warga

Regional
Viral, Video Babi Berkeliaran Setelah Truk Pengangkutnya Terguling

Viral, Video Babi Berkeliaran Setelah Truk Pengangkutnya Terguling

Regional
Close Ads X