Diduga Gunakan Ijazah Palsu, Calon Wakil Bupati Dilaporkan ke Panwaslu

Kompas.com - 21/02/2017, 18:42 WIB
|
EditorCaroline Damanik

BUTON SELATAN, KOMPAS.com – Kubu pasangan calon dua, Muhamad Faisal–Hasniwati, melaporkan dugaan ijazah palsu yang digunakan wakil bupati dari pasangan calon nomor tiga, Agus Feisal Hidayat–La Ode Arusani.

Laporan tersebut disampaikan langsung ke Kantor Panwaslu Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, Senin (20/2/2017).

“Kami laporkan tentang ijazah palsu, ijazah SMP Negeri Banti diduga dipalsukan saudara Arusani, juga ijazah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Baubau. MAN Baubau tidak pernah mengeluarkan ijazah wakil paslon nomor tiga,” kata penasihat hukum pasangan calon Muhamad Faisal–Hasniwati, Arifin Diko, Selasa (21/2/2017).

Dia menjelaskan, SMP Negeri Banti di Tembagapra, Kabupaten Mimika, Papua, didirikan tahun 2003 dan alumni yang pertama lulus di tahun 2006, bukan di tahun 2005. Sementara itu, ijazah SMP La Ode Arusani tertulis tahun 2005.

“Saya pastikan seribu persen, ini (ijazah) palsu. Ini wakil bupati dari pasangan calon nomor tiga tidak pernah terdaftar di SMP tersebut. Itu saya buktikan dengan adanya surat keterangan dari Kepala SMP Negeri Banti,” ujarnya.

Dalam surat keterangan yang dikeluarkan Kepala Sekolah SMP Negeri Banti, Markus Sombo, pelaksanaan ujian sekolah dan ujian nasional pertama kali dilaksanakan pada tahun 2006.

Selain itu, salah satu pasangan calon nomor tiga tidak pernah terdaftar sebagai salah satu siswa SMP Negeri Banti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam surat keterangan yang ditandatangani Kepala Sekolah MAN Baubau, Mursali mengatakan, tertulis salah satu pasangan calon nomor urut tiga bukan siswa MAN yang tamat di tahun 2008.

Ketua Panwaslu Buton Selatan, Jumadi, bila para pengunjuk rasa mempunyai data dan bukti-bukti bisa dilaporkan ke Panwaslu. Panwaslu siap untuk meneruskan laporan tersebut.

Sementara itu, Imam Rido Angga Yuwono, penasihat hukum dari pasangan calon Agus Feisal Hidayat-La Ode Arusani, membantah adanya ijazah palsu tersebut. Dia mengatakan, dua ijazah milik La Ode Arusani tetap sah.

“Beliau menyatakan, dua ijazahnya sah, tidak pernah dipalsukan. Sebagai penasihat hukum, ini cukup lucu, mereka balas dendam karena kalah karena dia jadi tersangka kampanye terselubung,” ujar Angga.

Menurut dia, bila memang ijazah palsu, mengapa baru dilaporkan sekarang tidak dari awal melaporkan ke Panwaslu.

“Saya sampaikan siapa pun pelapornya, laporannya cukup lucu dan menggelikan, tendensinya jelas, bukan wilayah penegak hukumnya, ini karena kalah dan mencoba menjatuhkan,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.