Kompas.com - 20/02/2017, 22:43 WIB
EditorErlangga Djumena

TRENGGALEK, KOMPAS.com - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur menyatakan, beberapa sapi yang diduga terjangkit antraks telah disembelih pemiliknya. Kemudian dagingnya dijual ke pedagang untuk diolah sebagai daging konsumsi maupun bakso.

"Sapi sakit yang kemudian dipotong ini ada dua. Sapi pertama jenis brahman jantan dipotong pada 16 Januari saat kondisi kejang dengan organ limpa membesar, darah hitam pekat, dan keluar darah dari anus," kata Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek Budi Satriawan di Trenggalek, Senin (20/2/2017).

Selang 10 hari, tepatnya pada 25 Januari, sebut Budi, terjadi kasus kedua dimana sapi brahman jantan lain milik Thoimin mengalami gejala serupa, demam tinggi, kejang, dan ambruk dengan mata memerah.

"Pada kejadian pertama sapi dijual utuhan oleh Thoimin ke Khoiri. Sementara yang kedua dijual dalam bentuk potongan kecil-kecil lalu diedarkan ke pasar-pasar oleh Khoiri ini," ucapnya.

Hasil investigasi dan penelusuran tim kesehatan hewan, tutur Budi dan Kasi Penyelidikan Penyakit Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Sumadi, kedua ekor sapi brahman jantan yang diduga terinfeksi bakteri antraks milik Thoimin itu berasal (dibeli) dari pedagang sapi bernama Sukono, warga Desa Prambon, Trenggalek.

"Penjualan daging sapi yang diduga terinfeksi atau terjangkit bakteri antraks ini membuat tim laborat dari Balai Besar Veteriner, Wates, Yogyakarta tidak bisa mengambil sampel daging maupun organ ternak bersangkutan. Apalagi kejadiannya sudah beberapa pekan lalu," ujarnya.

Tindakan yang dilakukan selanjutnya menurut Budi maupun Sumadi adalah dengan mengambil sampel kotoran yang masih ada di sekitar kandang serta tanah di lokasi penyembelihan.

"Masalahnya peternak tidak mau melapor dari awal, tapi malah menjualnya (daging), mungkin dengan pertimbangan agar tidak rugi banyak," ujarnya.

Budi mengakui tindakan peternak dan pedagang itu bisa merugikan konsumen, baik yang membeli dalam bentuk potongan daging maupun telah diolah menjadi bakso ataupun lainnya.

"Perdagangannya menjadi tidak terkontrol. Tapi sejauh ini belum ada laporan kasus (antraks) pada warga, kecuali yang dialami Thoimin, Khoiri serta empat pekerjanya yang diduga terpapar penyakit antraks kulit," ujarnya.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber ANTARA

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Regional
Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Regional
Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Regional
Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Regional
Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Regional
Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Regional
Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Regional
Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Regional
Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Regional
Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Regional
Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Regional
Peringati HUT Ke-65 Riau, Gubernur Syamsuar Paparkan Keberhasilan Proker Pemprov Riau

Peringati HUT Ke-65 Riau, Gubernur Syamsuar Paparkan Keberhasilan Proker Pemprov Riau

Regional
Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Regional
Merajut Keseimbangan di Taman Nasional Komodo

Merajut Keseimbangan di Taman Nasional Komodo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.