Kompas.com - 18/02/2017, 15:56 WIB
Henny (kiri) turut memamerkan hasil karya para siswa SLB Negeri Cerme dalam lapaknya di setiap pameran yang diikuti. HamzahHenny (kiri) turut memamerkan hasil karya para siswa SLB Negeri Cerme dalam lapaknya di setiap pameran yang diikuti.
|
EditorErlangga Djumena

GRESIK, KOMPAS.com – Melihat keterbatasan yang dimiliki para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Cerme, Gresik, Jawa Timur, yang tak jauh dari kediamannya, membuat Henny Eka Ferdian HP (46) tersentuh.

Warga Perumahan Queen Residence, Kecamatan Cerme, Gresik, ini pun kemudian berinisiatif berbagi ilmu yang dimilikinya dalam membuat berbagai macam kerajinan, kepada para siswa SLB Negeri Cerme.

Di sekolah penyandang disabilitas yang berada di Jalan Jurit, Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Gresik tersebut Henny mencoba berbagi ilmu dengan 90 orang siswa, yang mempunyai keterbatasan dalam pengelihatan, pendengaran, bisu, cacat fisik, maupun mental terbatas (tuna grahita).

“Tidak tega saja melihat para siswa dengan keterbatasan yang dimilikinya. Maka saya ingin berbagi dengan mereka, dan hanya ini (keahlian membuat kerajinan) yang saya miliki,” ucap Henny, Sabtu (18/2/2017).

Usaha pendampingan dan pembelajaran tersebut dilakukan Henny sejak dua tahun lalu. Dengan beberapa karya yang diajarkan kepada siswa SLB itu, mulai dari pembuatan kerajinan berbagai model tas rajutan, dompet, ikat pinggang, hiasan untuk peralatan rumah tangga, serta manik-manik untuk hiasan baju perempuan.

“Mengajari mereka harus dengan ketelatenan dan kesabaran. Sebab harus pintar-pintar dalam menyesuaikan tingkat kesulitan, dengan kemampuan yang mereka miliki,” terangnya.

Proses pengerjaan, sebut Henny, disesuaikan dengan kemampuan serta keterbatasan yang dimiliki masing-masing siswa. Tetapi dengan pengerjaan secara kolektif, akhirnya barang kerajinan dapat diselesaikan.

“Klasifikasi pengerjaan barang, saya sesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa. Seperti bagi siswa tuna wicara dan tuli, saya ajari untuk proses penyulaman serta finishing,” beber Henny.

Tak sekedar mengajari para siswa membuat berbagai macam kerajinan, namun Henny yang memang bergerak di bidang kerajinan dan telah memiliki galeri, juga turut serta dalam memasarkannya. Hasilnya kemudian dikembalikan kepada siswa melalui pihak sekolah.

“Hasil kreasi mereka juga saya pajang di galeri, maupun saya bawa saat diundang dalam pameran. Dan rata-rata konsumen memang sempat tak percaya jika tas, dompet, maupun barang kerajinan yang saya pamerkan, adalah hasil kreasi para siswa SLB. Karena menurut pembeli, rata-rata bilang bagus,” urai Henny.

Sementara itu, Kepala SLB Negeri Cerme Zaenal Mustofa mengapresiasi Henny, yang memberikan pembelajaran berbagai kerajinan kepada para siswanya secara gratis.

“Karena dengan keahlian pembuatan kerajinan seperti ini, para siswa kami yang rata-rata mempunyai kekurangan, kini dapat memiliki harapan untuk menjalani hidup semakin optimistis seperti mereka yang normal pada umumnya,” kata Zaenal. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Regional
Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Regional
Ramadhan dan Lebaran Usai, Wagub Uu Ajak ASN Semangat Laksanakan Tugas

Ramadhan dan Lebaran Usai, Wagub Uu Ajak ASN Semangat Laksanakan Tugas

Regional
Jadwal Masuk Sekolah Ditunda, Ridwan Kamil: Kami Apresiasi, asal Tidak Mengganggu KBM

Jadwal Masuk Sekolah Ditunda, Ridwan Kamil: Kami Apresiasi, asal Tidak Mengganggu KBM

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.