Kompas.com - 16/02/2017, 15:31 WIB
Peternakan burung puyuh milik Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung. KOMPAS.com/Putra Prima Perdana. Kontributor Bandung, Putra Prima PerdanaPeternakan burung puyuh milik Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung. KOMPAS.com/Putra Prima Perdana.
|
EditorErlangga Djumena

BANDUNG, KOMPAS.com - Minimnya lahan di kota-kota besar seperti Bandung menjadi salah satu kendala untuk menjalankan bisnis peternakan hewan. Jika Anda memiliki lahan seadanya atau hanya pekarangan rumah, tidak ada salahnya mencoba ternak burung puyuh. 

"Cocok untuk peternakan di perkotaaan karena tidak memerlukan lahan luas. Baunya juga tidak seperti (peternakan) ayam. Ke lingkungan tidak akan mengganggu tetangga," kata Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung, Elly Wasliah di Ujungberung, Kota Bandung, Kamis (16/2/2017).

Dengan modal Rp 16 juta, Anda sudah bisa memiliki 1.000 ekor burung puyuh beserta lima kandang, tempat minum dan pakan selama satu bulan. 

Kandang yang dipakai juga tidak terlalu besar dengan ukuran 1 meter x 80 cm dan tinggi 2 meter. Satu kandang terbagi dalam lima rak. Masing-masing rak berisi kurang lebih 40 ekor burung puyuh atau 200 ekor satu kandang.

Elly menjelaskan,  keuntungan beternak unggas ini salah satunya bisa didapat dari telur. Dalam satu hari, satu ekor burung puyuh bisa menghasilkan satu butir telur.

Namun, sebut dia,  jika memiliki 1.000 ekor tidak mungkin mendapatkan 1.000 butir telur karena ada prosentase kegagalan maksimal mencapai 20 persen. Artinya, dari 1.000 ekor burung paling banyak telur yang dihasilkan mencapai 800 sampai 900 butir telur.

"Per kilogram biasanya 100 butir telur," tambah Elly.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Harga telur puyuh dari peternak di pasaran bisa mencapai Rp 25.000 per kilogram. Dalam satu hari 1.000 ekor burung puyuh membutuhkan pakan Rp 150.000, maka keuntungan yang bisa diperoleh dari telur saja mencapai Rp 75.000 per hari. Belum dari burung puyuh jantan yang bisa dimanfaatkan untuk konsumsi. 

"Satu ekor burung puyuh betina mulai bertelur dari usia 45 hari. Akan terus bertelur sampai dua tahun. Setelah tidak bertelur burung puyuh ini jadi burung puyuh afkiran untuk dikonsumsi dagingnya. Kalau yang jantan usia 45 hari sudah bisa dikonsumsi," sebut dia.

Ia menyebutkan, dalam beternak tentu ada yang mati. Hal tersebut bisa diminimalisasi dengan cara membersihkan kandang burung puyuh setiap hari dan memberikan vitamin serta vaksinasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.