AP I: Bandara Kulon Progo Dimulai dengan Pembuatan "Runway"

Kompas.com - 07/02/2017, 07:28 WIB
Presiden Joko Widodo saat memulai pembangunan bandara internasional Yogyakarta yang berlokasi di Dusun Jangkaran, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Jumat (27/1/2017). BIRO PERS SETPRESPresiden Joko Widodo saat memulai pembangunan bandara internasional Yogyakarta yang berlokasi di Dusun Jangkaran, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Jumat (27/1/2017).
EditorErlangga Djumena

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Perseroan Terbatas Angkasa Pura I menyatakan, tahap awal pembangunan bandara internasional di Kulon Progo dimulai dari pembuatan landas pacu atau runway sebagai bagian infrastruktur utama dan pengerjaannya paling membutuhkan waktu lama.

"Pertama kali adalah runway, kemudian apron untuk pesawat, lalu baru terminal," kata Direktur Angkasa Pura (AP) I Danang S Baskoro di Yogyakarta, Senin (6/2/2017).

Menurut Danang, pembangunan runway diperkirakan membutuhkan dana paling besar dibandingkan infrastruktur lainnya. Dari total investasi pembangunan bandara Rp 10 trilun, 10-30 persen akan dihabiskan untuk pengerjaan runway.

Selain itu, lanjut dia, runway bandara yang ditargetkan memiliki panjang 3.600 meter atau 3 kilometer lebih itu membutuhkan banyak persyaratan terkait lingkungan seperti analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), serta mempertimbangkan analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).


"Namun berbagai mitigasi terhadap kondisi alam maupun teknis yang ada di Kulon Progo semua sudah kami perhitungkan," kata dia.

Runway di bandara baru itu, menurut dia, akan memiliki lebar 60 meter atau lebih lebar dari Bandara Achmad Yani, Semarang atau Bandara Adi Sumarmo, Solo yang memiliki lebar 45 meter.

Dengan fasilitas dan kapasitas yang ada, menurut dia, diharapkan menjadi bandara yang utama dan menjadikan Yogyakarta sebagai destinasi wisata kedua setelah Bali. Apalagi apron (pelataran pesawat) yang akan disediakan mencapai 28 apron.

"Sehingga nanti bukan hanya pesawat dari Singapura saja yang bisa direct flight (penerbangan langsung) namun hingga dari Timur Tengah dan Eropa juga bisa," kata dia.

Menurut dia, meski baru tahap pertama pembangunan yang ditargetkan selesai pada Maret 2019, hingga saat ini sudah banyak manajemen maskapai penerbangan yang ingin masuk di bandara itu.

"Kalau sekarang boleh dapat slot-nya mereka sudah ingin masuk," kata Danang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber ANTARA
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X