Cerita Kakek Handoyo Pernah Antar Kiriman Pos dengan Jalan Kaki Puluhan Kilometer

Kompas.com - 06/02/2017, 18:39 WIB
Sih Handoyo, petugas pos pengantar desa tahun 1962 saat dinobatkan sebagai warga kehormatan Pos Indonesia di Kantor Pos Malang, Senin (6/2/2017) Kontributor Malang, Andi HartikSih Handoyo, petugas pos pengantar desa tahun 1962 saat dinobatkan sebagai warga kehormatan Pos Indonesia di Kantor Pos Malang, Senin (6/2/2017)
|
EditorCaroline Damanik

MALANG, KOMPAS.com - Sih Handoyo (81) dinobatkan sebagai warga kehormatan Pos Indonesia dalam grandlaunching kerja sama antara PT Pos Indonesia (Persero) dan PT Antam (Persero) terkait penjualan emas batangan di Kantor Pos Malang, Senin (6/2/2017).

Sih Handoyo merupakan petugas pos pengantar desa yang mulai bekerja sejak tahun 1962. Oleh karena itu, dia dinilai telah menjadi salah satu saksi perjalanan Pos Indonesia yang sudah berusia 270 tahun.

"Jamane Pak Presiden Soekarno kulo wes nyambut gawe ten Pos (Jamannya Pak Presiden Soekarno saya sudah bekerja di Pos)," kata pria kelahiran 1936 itu.

Pria yang kerap disapa Handoyo itu bekerja untuk mengantarkan barang yang masuk area luar batas antar Pos Indonesia. Artinya, pria yang saat ini tinggal di Kampung Kemudinan Lor, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumber Manjing Wetan, Kabupaten Malang, itu mengantarkan barang dari kantor desa setempat ke alamat tujuan.

Namun demikian, perjuangan Handoyo untuk mengantarkan barang itu tidak mudah. Ia harus berjalan kaki dengan jarak tempuh puluhan kilometer. Sebab, ketika itu, dia masih belum memiliki kendaraan untuk mengantarkan barang-barang tersebut.

"Inggih mlampah (Ya berjalan kaki)," kata suami dari Reswanti itu.

Sebenarnya, berjalan kaki dengan jarak puluhan kilometer tidak menjadi masalah bagi Handoyo. Masalah kemudian terjadi ketika di tengah jalan jika tiba-tiba turun hujan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia harus mencari daun pisang untuk melindungi barang yang diantarnya itu dari air hujan. Sebab, ia belum memiliki payung untuk dibawa menjadi bekal saat musim hujan.

"Kalau hujan pakai daun pisang," katanya masih dalam logat Jawa.

Biasanya, dia mengantarkan surat setiap seminggu sekali. Daerah edarnya adalah di sekitar Kecamatan Sumber Manjing Wetan. Tapi kadang dia harus mengambil barang yang hendak diantarnya ke Kecamatan Turen, sebuah kecamatan yang terletak sekitar 35 kilometer dari Sumber Manjing Wetan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.