Kemenkum HAM Jabar Selidiki Dugaan Pelesiran Napi Kasus Korupsi

Kompas.com - 06/02/2017, 13:55 WIB
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkum HAM?) Jawa Barat, Susy Susilawati KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANA. Kontributor Bandung, Putra Prima PerdanaKepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkum HAM?) Jawa Barat, Susy Susilawati KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANA.
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com — Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Jawa Barat Susy Susilawati menyatakan, pihaknya sedang menyelidiki kasus dugaan pelesiran narapidana korupsi ke luar Lapas Sukamiskin.

Hal itu disampaikan Susy terkait pemberitaan sebuah media tentang sejumlah narapidana kasus tindak pidana korupsi (Tipikor), seperti Anggoro Widjojo, mantan Wali Kota Palembang Romi Herton, serta mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin, yang kedapatan berpelesir dan memiliki rumah mewah serta apartemen singgah di luar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Sukamiskin, tempat mereka seharusnya menjalani hukuman bui.

Susy mengatakan, pihaknya sudah konfirmasi ke kepala Lapas Sukamiskin bahwa pada dasarnya setiap pengeluaran warga binaan sesuai prosedur.

Pihaknya bersama Inspektorat Jenderal Kemenkum HAM juga akan mencari kebenaran soal dugaan penyalahgunaan izin sakit atau izin keluar dari beberapa narapidana sebagai alasan untuk pelesiran.

"Kebetulan selama ini laporan baik-baik saja, tidak ada penyimpangan-penyimpangan. Sampai kami kemudian menemukan berita adanya penyimpangan. Untuk itu, kami melakukan penyelidikan. Tim Inspektorat Jenderal sudah mulai turun," jelas Susy di Lapas Sukamiskin, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Senin (6/2/2017) siang.

Lebih lanjut, Susy menambahkan, investigasi yang akan dilakukan itu untuk mencari adanya keterlibatan dari petugas Lapas Sukamiskin dalam dugaan pelesiran narapidana di luar penjara. 

"Kami akan membuat pengusutan kepada pegawai, apakah betul apa yang dituduhkan Tempo tersebut. Bukan lagi mengusut Tempo benar atau tidak, tapi secara internal kami harus melakukan pengusutan. Jika memang pegawai kami salah, akan diambil tindakan tegas," tutur dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Fakta Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Bermula Video Viral, Korban Histeris hingga 3 Orang Jadi Tersangka

4 Fakta Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Bermula Video Viral, Korban Histeris hingga 3 Orang Jadi Tersangka

Regional
Jenazah TKW Tak Bisa Dipulangkan karena Agen Minta Rp 32 Juta

Jenazah TKW Tak Bisa Dipulangkan karena Agen Minta Rp 32 Juta

Regional
'Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan'

"Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

Regional
Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Regional
Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Regional
Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Regional
11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

Regional
Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X