Kompas.com - 03/02/2017, 19:46 WIB
|
EditorCaroline Damanik

KUPANG, KOMPAS.com - Jasad Jelita Brigita Nomleni, bocah berusia satu tahun empat bulan yang penghuni Panti Asuhan Sonaf Manek Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dibawa pulang dengan menggunakan mobil pick-up.

Jelita meninggal akibat mengalami mencret dan demam tinggi di Rumah Sakit Umum Kota Kupang. Ketua Yayasan Panti Asuhan Sonaf Maneka Blasius Umbu Manu menuturkan,  setelah bocah Jelita dinyatakan meninggal oleh dokter, pengasuh panti bersama puluhan anak panti asuhan, meminta agar jenazah dibawa menggunakan mobil ambulans rumah sakit.

“Ketika ditanya ke pihak rumah sakit, ternyata mobil ambulans itu berbayar (dikenakan biaya) dan pengasuh tidak sempat menanyakan tarif, sehingga kemarin mereka langsung menyewa angkutan kota dengan tarif Rp 50.000 untuk diantar ke panti,” kata Blasius, Jumat (3/2/2017).

Saat dalam perjalanan pulang dari rumah sakit menuju panti asuhan, lanjut Blasius, mobil angkot pun mogok di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, sehingga jenazah pun dipindahkan ke mobil pick-up milik panti asuhan yang sedang berjalan beriringan.

Jenazah pun akhirnya dibawa ke Panti Asuhan Sonaf Maneka untuk disemayamkan. Terhadap kejadian itu, Blasius mengaku kecewa dengan pelayanan rumah sakit itu. Padahal sebagai anak yanti piatu, seharusnya jenazah jelita bisa diperlakukan lebih baik.

“Waktu pendaftaran kan mereka tahu bahwa jenazah ini dari panti asuhan. Saya pikir mereka adalah bagian dari pemerintah yang turut terlibat untuk membantu, tapi ternyata perhatian pemerintah harus berbayar sehingga ketika ada angkot kami tidak pikirkan lagi. Kami kecewa karena anak panti tidak sepenuhnya diperhatikan oleh pemerintah,” keluh Blasius.

Menanggapi hal itu, Direktris Rumah Sakit Kota Kupang Marsiana Y Halek yang dihubungi terpisah mengaku masih mengecek kepada petugas rumah sakit.

“Saya konfirmasi dulu di bagian pelayanan, apa memang ada kasus itu. Kalau pasien umum dikenakan tarif sesuai peraturan daerah peraturan daerah (pasien menggunakan mobil ambulans). Tetapi untuk beberapa kasus seperti itu pasti selalu ada konfirmasi manajemen untuk diberlakukan khusus tanpa kena tarif,” kata Marsiana.

Menurut dia, sepanjang pengetahuannya, pasien yang tidak mampu selalu dibantu saat terkendala administrasi karena salah satu fungsi rumah sakit pemerintah yakni melayani masyarakat terutama yang tidak mampu.

”Tapi nanti saya cek dulu,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.