Kompas.com - 03/02/2017, 09:02 WIB
Salah satu lokasi kegiatan mapala UII yang merenggut tiga nyawa mahasiswa, di Dusun Tlogodringgo, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/1/017) Kontributor Surakarta, M WismabrataSalah satu lokasi kegiatan mapala UII yang merenggut tiga nyawa mahasiswa, di Dusun Tlogodringgo, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/1/017)
EditorLaksono Hari Wiwoho

KARANGANYAR, KOMPAS.com - Dua tersangka kasus penganiayaan terhadap peserta Pendidikan Dasar Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Islam Indonesia mengaku melakukan kekerasan terhadap korban.

Kepala Polres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan, dua tersangka bernama M Wahyudi alias Yudi (27) dan Angga Septiawan alias Waluyo (27) telah mengakui perbuatannya.

"Saya mengapresiasi para pelaku karena secara jantan mereka mengakui tindakan kekerasan yang mereka lakukan. Untuk pendampingan, kami juga sudah memberikan kuasa hukum kepada mereka," ujar Ade seperti dikutip Tribun Jateng, Jumat (3/2/2017).

Polisi masih menunggu hasil kajian keterangan 16 saksi dari panitia acara serta dua saksi yang masih dirawat di Rumah Sakit Bethesda maupun Sardjito, Yogyakarta.

"Kami akan mengkaji terkait peran mereka masing-masing di kepanitiaan, bagaimana SOP (standar operasional prosedur) pelaksanaan diksar sehingga diketahui apakah kekerasan itu murni dilakukan oknum atau dilakukan secara sistematis. Jika sistematis, otomatis ada tersangka lain," kata dia.

Ia menyebutkan, para tersangka bisa dijerat pasal penganiayaan atau pasal pembiaran.

Saat ini para peserta Diksar Mapala UII sudah mendapat jaminan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban sehingga mereka akan segera diperiksa polisi karena identitas mereka sudah terjamin.

"Hal ini kami lakukan supaya hasil penyidikan lengkap dan segera dilimpahkan ke Kejaksaan," jelas Ade.

Acara The Great Camping ke-37 Mapala UII di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah, digelar pada 13-20 Januari 2017. Setelah kejadian itu, tiga mahasiswa pesertanya meninggal dunia.

Ketiganya yakni Muhammad Fadli yang wafat saat perjalanan ke puskesmas dan dua orang, yakni Syaits Asyam dan Ilham Nurfadmi Listia, yang meninggal di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.