Kompas.com - 01/02/2017, 20:38 WIB
|
EditorCaroline Damanik

MEDAN, KOMPAS.com - AKP Ichwan Lubis, Mantan Kepala Satuan Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, divonis dua tahun enam bulan penjara, denda Rp 1 miliar dan subsider empat bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan yang diketuai Erintuah Damanik, Rabu (1/2/2017).

Hakim berpendapat, sebagai polisi, terdakwa tidak mendukung pemerintah untuk memberantas narkoba.

Vonis ini separuh dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Yunitri Sagala dan Joice V Sinaga yang pada Kamis (26/1/2017) lalu, menuntutnya dengan lima tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider satu bulan kurungan.

Alasan jaksa, terdakwa bersalah melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Pasal 5 ayat 1 jo Pasal 10 UU R Nomor 8 tahun 2010. Terdakwa dalam berkas terpisah melakukannya bersama Tjun Hin alias Ahin, Janti, dan bandar narkoba jaringan internasional Togiman alias Toge dengan total transaksi sebesar Rp 2,3 miliar.

Mendengar vonis tersebut, terdakwa menyatakan pikir-pikir sementara jaksa langsung menyatakan banding.

Setelah persidangan, saat digiring untuk kembali ke tahanan sementara PN Medan, Ichwan yang ditanyai wartawan membantah seluruh dakwaan dan tudingan atas tindak pidana pencucian uang yang menjeratnya. Dia juga membantah dirinya terlibat dalam jaringan narkoba pimpin Togiman.

"Saya difitnah, saya minta media menolong saya. Saya akui, saya khilaf dan salah tapi sepengetahuan saya, saya tidak ada melakukan TPPU," katanya dengan mimik sedih.

Masih di waktu yang sama, majelis hakim juga memvonis Togiman dengan hukuman 12 tahun penjara, denda Rp 1 miliar dan subsider enam bulan kurangan. Vonis ini juga lebih rendah dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut dengan hukuman 17 tahun penjara karena terbukti melakukan TPPU.

Terdakwa menyatakan pikir-pikir sedangkan jaksa bilang menerima. Sementara untuk dua terdakwa lainnya, Tjunhin dan Janti dijatuhi hukuman masing-masing dua tahun enam bulan penjara, denda Rp 1 miliar dan subsider empat bulan kurang. Kedua terdakwa dan jaksa kompak menyatakan pikir-pikir.

Sebelumnya diberitakan, penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kejaksaan Agung melimpahkan berkas perkara Ichwan ke Kejari Medan pada Rabu (3/8/2016) lalu. Selama menunggu persidangan, terdakwa dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta Medan.

Ichwan diduga menerima uang dari hasil bisnis narkoba dengan terpidana Togi sebesar Rp 2,3 miliar. Meski berstatus narapidana, Togi tetap bisa mengendalikan bisnis narkobanya dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Waktu itu, Togi meminta terdakwa menutup kasus rekannya yang juga bandar narkoba, Achin alias MR yang ditangkap BNN. Ichwan tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) BNN di rumahnya pada Kamis, 21 April 2016. Karena dia diduga melanggar UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan UU TPPU, Polda Sumut pada 26 April 2016 mencopotnya dari jabatannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
Yogyakarta Mengembalikan 'Remiten' dari Mahasiswa

Yogyakarta Mengembalikan "Remiten" dari Mahasiswa

Regional
Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Regional
Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Regional
Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Regional
Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Regional
Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Regional
Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Regional
Wadahi dan Latih Para Pelaku UMKM, Pemkot Medan Akan Bangun Plaza UMKM

Wadahi dan Latih Para Pelaku UMKM, Pemkot Medan Akan Bangun Plaza UMKM

Regional
Jateng Catatkan Inflasi Terendah Ketiga Se-Indonesia

Jateng Catatkan Inflasi Terendah Ketiga Se-Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.