Beruang Madu Setinggi 2 Meter Mengamuk di Tiga Desa di Bengkulu

Kompas.com - 31/01/2017, 17:08 WIB
Tim BKSDA menyiapkan perangkap untuk menangkap beruang di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu Kontributor Bengkulu, FirmansyahTim BKSDA menyiapkan perangkap untuk menangkap beruang di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu
|
EditorCaroline Damanik

BENGKULU, KOMPAS.com - Beruang madu liar setinggi dua meter mengamuk di tiga desa di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, dalam beberapa hari terakhir.

Beruang yang diduga mengamuk karena lapar itu mengacak-acak tiga desa, yaitu Desa Sido Mulyo, Desa Napal dan Desa Tais, Kecamatan Pasar Seluma, Kabupaten Seluma.

Beberapa warga bercerita, beruang berukuran besar dan ganas itu keluar masuk desa merusak tanaman warga dan pekarangan rumah.

"Dia mengamuk sepertinya kelaparan karena hutan asalnya sudah rusak oleh peladang berpindah," kata Sepriandi, warga setempat, Selasa (31/1/2017).

Beruang betina itu mendatangi perkampungan siang dan malam hari. Beruang tersebut beberapa kali dihalau warga ke arah Taman Buru Semidang Bukti Kabu, tempat beruang berasal. Namun, dia kerap kembali mendatangi permukiman penduduk.

Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Abu Bakar, mengatakan, saat ini, tim BKSDA telah berada di lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap beruang dengan cara memasang ranjau.

"Tim bersiaga di lokasi guna memantau kondisi di tiga desa tersebut, Jika tertangkap, kami akan evakuasi ke lokasi yang lebih aman," kata Abu Bakar.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Korban dan Buaya Sempat Muncul ke Permukaan Air, Lalu Masuk Kembali dan Menghilang'

"Korban dan Buaya Sempat Muncul ke Permukaan Air, Lalu Masuk Kembali dan Menghilang"

Regional
Kebakaran Lahan di Ogan Ilir Kian Meluas, Drone Dikerahkan Awasi Pelaku Pembakaran

Kebakaran Lahan di Ogan Ilir Kian Meluas, Drone Dikerahkan Awasi Pelaku Pembakaran

Regional
Mendagri Tito: Petahana yang Tak Serius Tangani Covid-19 Tidak Usah Dipilih

Mendagri Tito: Petahana yang Tak Serius Tangani Covid-19 Tidak Usah Dipilih

Regional
Perjalanan Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik, Ditangkap Tanpa Perlawanan di Kampung Halaman

Perjalanan Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik, Ditangkap Tanpa Perlawanan di Kampung Halaman

Regional
Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik Ngaku sejak Kecil Tertarik Lihat Orang Dibungkus Selimut

Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik Ngaku sejak Kecil Tertarik Lihat Orang Dibungkus Selimut

Regional
Cerita Indriana Kebal Diejek karena Tinggal di Kandang Ayam, Ingin Sekolah dan Belikan Ibu Rumah

Cerita Indriana Kebal Diejek karena Tinggal di Kandang Ayam, Ingin Sekolah dan Belikan Ibu Rumah

Regional
2 Oknum Polisi Pengedar Narkoba Ditembak karena Melawan Saat Ditangkap

2 Oknum Polisi Pengedar Narkoba Ditembak karena Melawan Saat Ditangkap

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Haru Siswi SMK Tinggal di Bekas Kandang Ayam | Kesaksian Ibu Kehilangan Bayi di Rumah Sakit

[POPULER NUSANTARA] Cerita Haru Siswi SMK Tinggal di Bekas Kandang Ayam | Kesaksian Ibu Kehilangan Bayi di Rumah Sakit

Regional
Cerita Nurul, Ibu Hamil yang Didorong Begal hingga Jatuh dari Motor

Cerita Nurul, Ibu Hamil yang Didorong Begal hingga Jatuh dari Motor

Regional
Saat Buronan Narkoba Dilindungi, Petugas BNNK Dipukuli dan Mobil Digulingkan Secara Anarki

Saat Buronan Narkoba Dilindungi, Petugas BNNK Dipukuli dan Mobil Digulingkan Secara Anarki

Regional
Ini Penyebab Sopir Ambulans Mengantar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Ini Penyebab Sopir Ambulans Mengantar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Regional
Guru Ngaji Diduga Cabuli Muridnya, Polisi: Masih Didalami karena Tidak Ada Saksi

Guru Ngaji Diduga Cabuli Muridnya, Polisi: Masih Didalami karena Tidak Ada Saksi

Regional
Menyoal Status Zona Hijau Kota Tegal, Pengamat: Sibuk Pencitraan, Masyarakat Jadi Korban

Menyoal Status Zona Hijau Kota Tegal, Pengamat: Sibuk Pencitraan, Masyarakat Jadi Korban

Regional
Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Regional
Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X