Fadli Zon: Pemerintah Pusat Harusnya Peka soal Pencemaran Laut Timor

Kompas.com - 31/01/2017, 17:07 WIB
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan di Hotel Ima Kupang, NTT, Selasa (31/1/2017) Kompas.com/Sigiranus Marutho BereWakil Ketua DPR RI Fadli Zon saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan di Hotel Ima Kupang, NTT, Selasa (31/1/2017)
|
EditorErlangga Djumena

KUPANG, KOMPAS.com - Wakil ketua DPR RI Fadli Zon meminta pemerintah pusat lebih peka terhadap masalah pencemaran Laut Timor yang mengakibatkan kerusakan ekosistem laut di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Fadli, DPR RI sangat mendukung penuh dan mengapresiasi upaya masyarakat NTT secara kelompok yang menempuh jalur hukum dengan melakukan class action.

“Yang mengusahakan pesoalan pencemaran Laut Timor ini kan kelompok masyarakat NTT yang melakukan semacam class action terhadap pencemaran yang terjadi. Saya kira ini harus didukung oleh pemerintah, karena jelas terjadi pencemaran yang merugikan ekosistem kita dan saya kira pihak Australia harus membayar kompensasi terhadap ini,” kata Fadli kepada Kompas.com di Kupang, Selasa (31/1/2017) petang.

Politisi asal Partai Gerindra ini menilai, inisiatif class action kepada perusahaan Exploration and Production Public Company (PTTEP) Australasia, seharusnya digerakkan oleh pemerintah pusat sehingga bisa jauh lebih kuat.

Pihaknya lanjut Fadli, sudah menerima surat tembusan dari masyarakat NTT dan segera dalam waktu dekat ini akan ditindaklanjuti bersama kementerian yang terkait.

“Kita mendukung ini secara formal dan beberapa anggota DPR sudah menandatangani surat dan akan dikirim ke Australia. Kita desak pemerintah untuk lebih konsen dan seharusnya pemerintah pusat bisa lebih peka terhadap apa yang diinginkan oleh masyarakat, karena ini adalah tanggung jawab pemerintah untuk membuat satu sikap yang jelas dan kuat guna mendukung masyarakat yang sedang melakukan gugatan class action,” tegasnya.

Secara terpisah, Ketua Tim Advokasi Korban Petaka Tumpahan Minyak Montara di Laut Timor Ferdi Tanoni mengaku telah mengadakan pertemuan empat mata dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson pada Jumat (2/12/2016) Desember lalu, untuk segera membantu menuntaskan kasus pencemaran Laut Timor namun tidak terealisasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam pertemuan itu kata Ferdi, Duta Besar Paul berjanji akan memberikan jawaban dalam satu pekan, namun sudah lebih dari dua bulan belum juga ada jawaban, sehingga Ferdi menuding Paul sengaja menghindar untuk memberikan jawaban pasti terkait kasus pencemaran Laut Timor.

Sidang perdana gugatan class action 13.000 petani rumput laut asal NTT terhadap PTTEP Australasia yang mengelola kilang minyak Montara digelar oleh Pengadilan Federal Australia mulai 22 Agustus 2016. Gugatan tersebut didaftarkan oleh Daniel Sanda, petani rumput laut asal Kabupaten Rote Ndao, pada 3 Agustus 2016.

Gugatan itu dibagi dalam tiga bagian, yakni pencemaran laut yang menghancurkan rumput laut milik petani, dampak pencemaran terhadap hasil tangkapan nelayan, dan dampak terhadap kesehatan warga di NTT.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.