Kompas.com - 31/01/2017, 12:51 WIB
Kepala Polres Tasikmalaya AKBP Nugroho Arianto menunjukkan pistol jenis FN dari sindikat perampok modus baru memakai umpan perempuan muda di Mako Polres Tasikmalaya, Selasa (31/1/2017). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAKepala Polres Tasikmalaya AKBP Nugroho Arianto menunjukkan pistol jenis FN dari sindikat perampok modus baru memakai umpan perempuan muda di Mako Polres Tasikmalaya, Selasa (31/1/2017).
|
EditorCaroline Damanik

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya meringkus sindikat perampok yang membawa pistol jenis FN dengan peluru organik di kawasan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Komplotan ini menyekap korban yang bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG) dalam sebuah mobil setelah mengambil motor milik korban di sekitar Jalan Salawu-Garut.

Kepala Polres Tasikmalaya AKBP Nugroho Arianto menjelaskan, kasus ini bermula saat seorang gadis melaporkan kejadian penyekapan dirinya oleh beberapa orang dalam sebuah mobil berwarna putih jenis Toyota Avanza.

Dirinya melapor setelah sebelumnya disekap hampir 12 jam dan dilepaskan setelah para pelaku mendapatkan motor, STNK dan uang dalam ATM dengan total sebesar Rp 20 juta.

"Korban berinisial A melapor bahwa telah disekap dan diambil uang serta kendaraannya oleh sindikat perampok ini. Para perampok berasal dari Garut dan beraksi di wilayah Kabupaten Tasikmalaya," ucap Nugroho, Selasa (31/1/2017).

Setelah mendapatkan laporan dari korban, tim reserse dan kriminal pun langsung mengejar mobil dengan ciri-ciri yang diungkapkan korban. Tak kurang lebih dari 24 jam, tiga dari lima pelaku diamankan, sedangkan dua orang lainnya masih dalam pengejaran petugas.

"Kurang dari 24 jam kasus ini berhasil diungkap dan ditangkap tiga dari lima pelaku semuanya. Satu dari para pelaku adalah seorang perempuan," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peran pelaku perempuan ini ternyata sebagai umpan untuk membawa korban ke tempat sepi. Pelaku lainnya dalam sebuah mobil membuntuti dan menyekap korban di dalam sebuah mobil. Sampai akhirnya seluruh harta bendanya dikuras disertai ancaman penodongan memakai pistol FN dan senjata tajam lainnya.

Tanpa perlawanan, korban pun menyerahkan seluruh harta bendanya.

"Korban diancam dengan pistol dan senjata tajam. Korban dipaksa menyerahkan seluruh harta bendanya," tambah dia.

Kini pelaku mendekam di sel tahanan Polres Tasikmalaya dan dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman penjara tak kurang dari lima tahun. Sindikat ini merupakan perampok dengan modus baru dengan umpan seorang gadis untuk menjebak korbannya.

"Ini sindikat baru dan oleh masyarakat perlu diwaspadai. Kita terus kembangkan untuk penyidikan selanjutnya," pungkas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.