Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/01/2017, 22:03 WIB
Karnia Septia

Penulis

MATARAM, KOMPAS.com -  Polisi telah mengamankan SA (47) di Mapolda NTB untuk dimintai keterangan. Pengelola sebuah ruko di Jalan Bung Karno, Kota Mataram itu diduga menyebarkan ajaran sesat.

"Kita amankan dulu di sini yang bersangkutan. Kita tanya dulu ada motivasi apa. Interogasi dulu," kata Dir Binmas Polda NTB Kombes Pol Benny Basir usai menggelar pertemuan dengan MUI NTB dan Kantor Wilayah Kementerian Agama di ruangan Binmas Polda NTB, Senin (30/1/2017).

Namun sebut dia, hingga saat ini belum ada laporan resmi dari pihak MUI.  "Masih kita lakukan pengembangan," kata Benny.

Sementara itu Ketua MUI NTB, Syaiful Muslim ditemui usai pertemuan menyatakan, ajaran SA sesat.

"Majelis ulama sudah menganggap dia sesat," kata Syaiful.

Dia mengatakan, SA dianggap sesat karena tidak percaya atau ingkar pada hadis. Menurut MUI, SA sudah berada di luar Islam. "Kalau dia sudah tidak percaya sabda nabi berarti sudah ingkar sunah itu," katanya.

Syaiful mengatakan, SA ternyata tidak ahli dalam membaca al Quran. Selama ini SA kebanyakan hanya membaca terjemahannya saja. "Kita mendorong supaya kembali kepada Islam yang benar," kata Syaiful.

Dia mengatakan, MUI telah menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian untuk ditindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. "Harus diproses hukum," sebutnya.

Syaiful mengaku baru mengetahui hal ini pada 25 Januari 2017. Pihaknya cepat mengambil tindakan dan mengamankan SA ke polisi, untuk menghindari kemarahan warga.

Mencuatnya kasus ini setelah sebuah video amatir tersebar dan menjadi viral di media sosial. Masyarakat pun mulai resah karena ajaran yang disampaikan diduga menyimpang atau sesat.

Baca: Diduga untuk Penyebaran Ajaran Sesat, Sebuah Ruko di Mataram Ditutup

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com