Kompas.com - 30/01/2017, 16:16 WIB
Ilustrasi DIDIE SWIlustrasi
EditorCaroline Damanik

SIDOARJO, KOMPAS — Dua pemuda tersangka pelaku perampasan sepeda motor di jalan dengan kekerasan alias begal di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, tewas dikeroyok warga setelah gagal beraksi, Minggu (29/1/2017). Namun, dua terduga pelaku lainnya bisa melarikan diri. Polisi masih memburu mereka.

Tersangka pelaku yang tewas adalah Herman (26), warga Desa Kedung Banteng, Kabupaten Pasuruan, Jatim. Satu tersangka lain belum diketahui identitasnya.

Kepala Polsek Jabon, Sidoarjo, Ajun Komisaris Subadri mengatakan, perampasan sepeda motor dengan kekerasan itu terjadi Minggu sekitar pukul 04.00 di Jalan Desa Kedung Pandan, Kecamatan Jabon, Sidoarjo.

Misnan (48), warga setempat, menjadi korban saat sedang mengendarai sepeda motor dalam perjalanan pulang setelah mengantarkan anaknya bekerja di pabrik di Beji, Pasuruan.

Ketika melintas, tiba-tiba tangan kanan korban dibacok oleh salah seorang pelaku perampasan. Akibatnya, Misnan terjatuh dari sepeda motornya. Korban pun berteriak meminta tolong. Teriakannya itu didengar warga dan mereka langsung mengejar pelaku.

Massa mencegat pelaku yang berupaya melarikan diri. Mereka menghadang dari berbagai arah hingga berhasil mengepung pelaku. Sejumlah warga menggunakan potongan bambu menjatuhkan sepeda motor pelaku.

Setelah terjatuh dari sepeda motor, dua tersangka pelaku yang berboncengan dipukuli warga. Warga tak bisa menahan emosi melihat korban Misnan yang terluka parah akibat ulah pelaku. Massa juga membakar sepeda motor pelaku hingga hangus dan tinggal rangka.

Korban Misnan yang terluka parah akibat sabetan senjata tajam dibawa ke RSUD Kabupaten Pasuruan di Bangil. Namun, korban akhirnya dirujuk ke RSUD dr Soetomo di Surabaya untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik.

Menyesalkan

Kepala Polresta Sidoarjo Komisaris Besar Muhammad Anwar Nasir menyesalkan perbuatan main hakim sendiri yang dilakukan massa. Seharusnya pelaku diamankan dan diserahkan kepada polisi untuk penyidikan lebih lanjut.

”Polresta Sidoarjo sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penanganan pelaku kejahatan jalanan. Polisi akan memberikan penghargaan kepada warga yang menangkap pelaku kejahatan,” kata Anwar.

Namun, Anwar juga mengecam keras tindakan pelaku perampasan dengan kekerasan yang melukai korban secara sadis. Polisi akan terus mengejar komplotan pelaku dan menghukum berat mereka agar tak meresahkan warga. (NIK)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 30 Januari 2017, di halaman 15 dengan judul "2 Tersangka Begal Tewas Dikeroyok".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.