Mengenang Yap Tjwan Bing, Tokoh Nasional asal Solo

Kompas.com - 28/01/2017, 15:57 WIB
Suasana imlek di Kota Solo, Sabtu (28/1/2017_ Kontributor Surakarta, M WismabrataSuasana imlek di Kota Solo, Sabtu (28/1/2017_
|
EditorFarid Assifa

Di Kota Solo, semangat tahun baru Imlek juga bernafaskan keragaman dan melibatkan seluruh warga Solo tanpa memandang suku, agama dan ras.

"Tahun baru Imlek memang bukan hanya untuk warga Tionghoa, namun juga harus bisa dirasakan manfaatnya oleh warga lainnya. Oleh karena itu, setiap Imlek kita gandeng pedagang pasar, pedagang kaki lima, dan warga di kampung-kampung. Semuanya untuk mewujudkan kebersamaan yang harmonis," katanya.

Yap Yjwan Bing adalah satu satunya anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dia turut hadir dalam pengesahan UUD 1945 dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 18 Agustus 1945.

Setelah kemerdekaan, Yap bergabung dalam Partai Nasional Indonesia, partai yang didirikan oleh Bung Karno. Yap menjadi anggota KNIP sekaligus anggota DPR-RIS.

" Yap Tjwan Bing menjadi salah satu kebanggan bangsa Indonesia, khususnya Kota Solo. Satu-satunya keturunan Tionghoa dari Solo yang masuk dalam PPKI. Masa itu sangat penting dalam menentukan kemerdekaan Indonesia. Untuk itu, nama beliau kita abadikan menjadi nama jalan di kampung Jagalan," kata FX Hadi Rudyatmo, wali kota alikota Solo, Sabtu (28/1/2017).

Hadi menambahkan bahwa sosok Yap sangat penting untuk diteladani pada masa kini.

"(Tahun) lahir saya jauh dari masa beliau, namun keteladanan tentang nasionalisme dan sikap toleransi beliau masih sangat kontekstual pada masa kini. Perjuangan untuk bangsa dan negara tanpa melihat perbedaan sudah beliau lakukan dan membuahkan hasil yang bermanfaat bagi seluruh bangsa, kemerdekaan Indonesia," kata Rudy.

Yap Tjwan Bing dikenal sangat dekat dengan Bung Karno. Kegiatan politiknya pada masa itu membuat dirinya harus berpindah-pindah tempat tinggal.

Saat menjadi anggota DPR-RIS, dirinya tinggal di Yogyakarta, tepatnya di Jalan Pakuningratan, bersamaan dengan perpindahan pusat pemerintahan ke Yogyakarta pada tahun 1946.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Olah Pangan Lokal, Usaha Kelompok Masyarakat Ini Beromzet Jutaan Rupiah Selama Pandemi

Olah Pangan Lokal, Usaha Kelompok Masyarakat Ini Beromzet Jutaan Rupiah Selama Pandemi

Regional
Mayat Perempuan Terbakar dalam Mobil di Sukoharjo Korban Pembunuhan

Mayat Perempuan Terbakar dalam Mobil di Sukoharjo Korban Pembunuhan

Regional
Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Buruh Demo di Gedung DPRD Kalsel

Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Buruh Demo di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Pemilik Tanaman Ganja di Tasik Lakukan Riset dan Gunakan Cara Ilmiah

Pemilik Tanaman Ganja di Tasik Lakukan Riset dan Gunakan Cara Ilmiah

Regional
Kisah Vera Key, Sukses Usaha Reparasi Boneka Bekas Diminati hingga ke Mancanegara

Kisah Vera Key, Sukses Usaha Reparasi Boneka Bekas Diminati hingga ke Mancanegara

Regional
Kisah TKW Indramayu Meninggal di Malaysia karena TBC, Kabur dari Majikan dan Dirawat Pria Myanmar

Kisah TKW Indramayu Meninggal di Malaysia karena TBC, Kabur dari Majikan dan Dirawat Pria Myanmar

Regional
Heboh Pendaki Foto Bugil di Gunung Gede, Ini Kata Pengelola

Heboh Pendaki Foto Bugil di Gunung Gede, Ini Kata Pengelola

Regional
Ingat, Wisatawan yang Ingin ke Bali Tetap Wajib Menunjukkan Hasil Rapid Test

Ingat, Wisatawan yang Ingin ke Bali Tetap Wajib Menunjukkan Hasil Rapid Test

Regional
Sultan HB X Ogah Komentari Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Sultan HB X Ogah Komentari Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Regional
Mengaku Dipukul Kekasihnya di Apartemen, Perempuan Ini Pecah Kaca Jendela untuk Cari Bantuan

Mengaku Dipukul Kekasihnya di Apartemen, Perempuan Ini Pecah Kaca Jendela untuk Cari Bantuan

Regional
Wartawan Dibunuh karena Masalah Sepele, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Wartawan Dibunuh karena Masalah Sepele, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Regional
Harapan Gubernur Sulsel di Periode Kedua Pemerintahan Jokowi

Harapan Gubernur Sulsel di Periode Kedua Pemerintahan Jokowi

Regional
Ngantor Pakai Sarung di Hari Santri, ASN: Teringat Perjuangan Kiai Hasyim Asy’ari

Ngantor Pakai Sarung di Hari Santri, ASN: Teringat Perjuangan Kiai Hasyim Asy’ari

Regional
Ada Kirab Perahu di Rawa Pening untuk Peringati Hari Santri Nasional

Ada Kirab Perahu di Rawa Pening untuk Peringati Hari Santri Nasional

Regional
3 Anak Hilang Misterius di Langkat, Polisi Turunkan Anjing Pelacak

3 Anak Hilang Misterius di Langkat, Polisi Turunkan Anjing Pelacak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X