Mengenang Yap Tjwan Bing, Tokoh Nasional asal Solo

Kompas.com - 28/01/2017, 15:57 WIB
Suasana imlek di Kota Solo, Sabtu (28/1/2017_ Kontributor Surakarta, M WismabrataSuasana imlek di Kota Solo, Sabtu (28/1/2017_
|
EditorFarid Assifa

SOLO, KOMPAS.com - Perayaan Tahun Baru Imlek 2017 di Solo berlangsung meriah. Ribuan lampion dan pesta kembang api menghiasi langit Kota Solo.

Tahun ayam menjadi penanda tahun baru Imlek kali ini dalam kepercayaan warga Tionghoa untuk menjalani setahun ke dapan.

Dalam perayaan Tahun Baru Imlek di Solo, warga mengenang tokoh nasional asal Solo berdarah Tionghoa, Yap Tjwan Bing yang dijadikan nama jalan di Kota Solo, tepatnya di Kampung Jagalan, Jebres, yakni Jalan Drs Yap Tjwan Bing.

Tjwan Bing lahir pada tanggal 31 Oktober 1910 di Kota Solo. Pemuda Tionghoa asal Solo tersebut menyandang sarjana farmasi dari universitas di Amsterdam pada tahun 1939.

Setelah lulus, Yap pulang ke Tanah Air dan mendirikan apotek di Bandung.

Saat masa perjuangan merebut kemerdekaan RI, Yap bersama Soekarno dan Hatta terjun dalam pergerakan nasional.

"Saya sendiri tidak mengenal sosok langsung Yap Tjwan Bing, namun saya sering berbagi cerita dengan anak-anaknya dan juga dari sejarah kemerdekaan. Meski keturunan Tionghoa, beliau menunjukkan komitmen dan perjuangan tanpa memandang suku agama atau ras saat itu. Untuk Indonesia dirinya total dan pokoknya 100 persen Indonesia," kata Sumartono Hadinoto, ketua Panitia Imlek Solo 2017.

Sumartono, yang juga menjadi tokoh masyarakat di Solo, menegaskan bahwa saat ini keteladanan Yap Tjwan Bing bagi warga Tionghoa di Solo adalah kebersamaan dan toleransi. Seratus persen Indonesia yang ditunjukkan Yap adalah konkret dan riil serta bisa diteladani untuk memajukan Kota Solo, bahkan Indonesia.

"Saat ini harus disadari bahwa dengan kemajuan teknologi, tidak akan ada lagi yang bisa 100 persen murni Tionghoa, pasti akan ada asimilasi alami seiring perjalan waktu. Oleh karena itu, meski masa hidup Yap pada zaman kemerdekaan sudah usai, namun semangat nasionalisme dan menghargai perbedaan akan abadi," kata Sumartono, yang juga menjadi tokoh masyarakat Tionghoa di Solo, Sabtu (28/1/2017).

Sumartono berharap warga Solo, khususnya keturunan Tionghoa, selalau mengingat dan menerapkan apa yang sudah dilakukan oleh Yap Tjwan Bing untuk bangsa Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Sukabumi

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Sukabumi

Regional
Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Regional
Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Regional
Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Regional
Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Regional
Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Regional
Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Regional
Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Regional
Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Regional
Video Viral Polantas Ambil Paksa Sepeda Motor di Bengkel, Ini Penjelasan Kapolres Agam

Video Viral Polantas Ambil Paksa Sepeda Motor di Bengkel, Ini Penjelasan Kapolres Agam

Regional
Libur Panjang, Kuota Wisatawan Gunung Bromo Penuh hingga Akhir Oktober

Libur Panjang, Kuota Wisatawan Gunung Bromo Penuh hingga Akhir Oktober

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 Oktober 2020

Regional
Pengguna Jalan Diingatkan Potensi Pohon Tumbang dan Longsor di Jalur Puncak

Pengguna Jalan Diingatkan Potensi Pohon Tumbang dan Longsor di Jalur Puncak

Regional
Polisi yang Pernah Aniaya Anak Buahnya Dapat Promosi Jabatan

Polisi yang Pernah Aniaya Anak Buahnya Dapat Promosi Jabatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X