Menristek: Rektor Harus Tegas Melarang Tindak Kekerasan di Kampus

Kompas.com - 27/01/2017, 14:02 WIB
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir saat menghadiri 2016 International Management Accounting Symposium The Frontiers of Accounting di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang, Senin (5/12/2016). Kontributor Malang, Andi HartikMenteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir saat menghadiri 2016 International Management Accounting Symposium The Frontiers of Accounting di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang, Senin (5/12/2016).
|
EditorErlangga Djumena

SEMARANG, KOMPAS.com – Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi M Nasir meminta pimpinan perguruan tinggi tegas untuk melarang tindak kekerasan di dalam kampus. Apapun alasannya, kekerasan tidak diperbolehkan.

“Saya tidak lagi mengimbau, tapi sudah mewajibkan, karena peraturan menteri sudah ada. Saya mewajibkan para rektor baik negeri maupun swasta, masalah kekerasan kampus agar dihindari, jangan sampai ada lagi kekerasan lagi,” kata Nasir, seusai memberi kuliah umum di kampus Universitas Negeri Semarang, Jawa Tengah, Jumat (27/1/2017).

Nasir mengatakan, jika dalam kampus terjadi satu kekerasan hingga berpotensi menjadi tindak pidana, maka penanganannya diserahkan kepada pihak kepolisian. Jika sudah ada kekerasan itu, Menristek mengaku tidak akan ikut intervensi.

“Kalau itu (keluarga) tidak menuntut jika dalam ada kekerasan berarti ada tindak pidana. Tapi kami tidak ingin intervensi itu, kami serahkan pihak berwajib untuk menindaklanjuti kekerasan di dalam kampus,” ucapnya.

Seperti diberitakan, tiga mahasiswa meninggal dunia dalam kegiatan pendidikan dasar Mapala Universitas Islam Indonesia di Gunung Lawu, Karanganyar pada 13-20 Januari 2017. Mereka adalah Muhammad Fadhli, Syaits Asyam dan Ilham Nurfadmi Listia Adi.

Imbas dari kejadian itu, Rektor UII mengundurkan diri dari jabatannya.

Sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyarankan pihak perguruan tinggi untuk melakukan audit pada sistem pelatihan pendidikan dasar yang digunakan. Audit pelatihan, bisa juga untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya terjadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kampus harus lakukan pembinaan. Baik juga kampus bisa lakukan audit pelatihannya. Jadi, teori klasik seperti apa, ketika outdoor seperti apa, di lapangan seperti apa. Pasti ketahuan (dengan Audit), saat kejadian itu pas pelatihan apa,” ujar Ganjar. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.