Seorang Siswi SMK Bunuh Bayi yang Baru Dilahirkannya di Kamar Mandi

Kompas.com - 27/01/2017, 09:55 WIB
Kanit Reskrim Polsek Tuntang Ipda Ali menunjukkan pisau yang digunakan pelaku pembunuhan bayi kandung, Salma Utami (20), di Mapolsek Tuntang, Kamis (26/1/2017) petang. TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMOKanit Reskrim Polsek Tuntang Ipda Ali menunjukkan pisau yang digunakan pelaku pembunuhan bayi kandung, Salma Utami (20), di Mapolsek Tuntang, Kamis (26/1/2017) petang.
EditorLaksono Hari Wiwoho

SEMARANG, KOMPAS.com - Seorang siswi sekolah menengah kejuruan di Kota Salatiga, Jawa Tengah, ditangkap karena membunuh bayi yang baru dilahirkannya. Bayi itu tewas dengan luka sayatan pisau di tubuhnya.

Pelaku bernama Salma Utami (19) merupakan pelajar kelas XII di SMK di Kota Salatiga. Ia tinggal bersama neneknya di Banjaran RT 04 RW 08 Kesongo, Tuntang, Kabupaten Semarang.

Salma telah melahirkan bayi laki-laki di kamar mandi rumah pada Rabu (25/1/2017) pukul 18.30 WIB.

"Kemudian Salma menggendong bayi itu ke dapur. Dia mengambil pisau untuk memotong ari-ari. Setelah ari-ari dipotong, bayi itu ditinggal di belakang rumah," kata Kanit Reskrim Polsek Tuntang Ipda Ali di Mapolsek Tuntang, Kamis (26/1/2017) petang.

Salma kembali masuk ke dalam rumah dengan kondisi mengalami pendarahan.

Neneknya, Siti Asliyah (60), curiga saat melihat banyak darah di kamar mandi. Ia pun memanggil dan bertanya kepada Salma yang tinggal serumah.

Kepada sang nenek, Salma mengaku tengah mengalami datang bulan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setelah saya tanya, lalu Salma pergi ke belakang rumah. Saya lihat ia jongkok di kebun. Saya hampiri dan lihat sudah banyak darah di pahanya," kata Siti saat diperiksa di Mapolsek Tuntang.

Melihat kondisi itu, Siti pun langsung membawa Salma ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salatiga. Saat itu, ia belum menaruh kecurigaan pada cucunya.

Setibanya di rumah sakit, tak berselang lama, Siti mendapat kabar dari kepala dusun bahwa ada mayat bayi di belakang rumah.

"Saya tak tahu kalau itu bayinya Salma. Saya tidak kuat," katanya sambil terisak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.