Kompas.com - 23/01/2017, 15:07 WIB
Garis polisi dipasang di sebuah kafe di kelurahan Talang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, Minggu (22/1). Pada Sabtu (21/1/2017), sebagian kafe tersebut dibakar warga karena diduga menjadi tempat tujuh orang pria yang diduga anggota TNI melakukan kekerasan seksual terhadap R (18), pelayan kafe tersebut pada Jumat (20/1) malam lalu. KOMPAS/ISMAIL ZAKARIAGaris polisi dipasang di sebuah kafe di kelurahan Talang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, Minggu (22/1). Pada Sabtu (21/1/2017), sebagian kafe tersebut dibakar warga karena diduga menjadi tempat tujuh orang pria yang diduga anggota TNI melakukan kekerasan seksual terhadap R (18), pelayan kafe tersebut pada Jumat (20/1) malam lalu.
EditorLaksono Hari Wiwoho

PAYAKUMBUH, KOMPAS - Seorang pelayan kafe berinisial R (18), warga Nagari Sungai Beringin, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, diduga menjadi korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan tujuh laki-laki. Para pelaku diduga anggota TNI. Akibat kejadian itu, korban harus dirawat intensif di rumah sakit.

Sejauh ini belum ada pernyataan dari kepolisian, baik Kepolisian Sektor Kota Payakumbuh maupun Kepolisian Resor Kota Payakumbuh terkait kejadian itu. Begitu juga dari Kodim 0306/50 Kota.

Saat ditanya Kompas, Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0306/50 Kota Letnan Kolonel Inf Heri Sumitro, yang ditemui di Payakumbuh Minggu siang, tidak membantah kejadian itu. Namun, dia enggan memberi komentar. "Tolong beri kesempatan itu berjalan. Jangan diekspose dulu," kata Heri.

Menurut Kepala Seksi Intel Detasemen Polisi Militer (Denpom) 1/4 Padang Kapten CPM Arifin, ada tujuh anggota TNI yang dibawa dari Payakumbuh ke Padang pada Minggu pagi. Mereka dibawa terkait kasus kekerasan seksual terhadap R. Saat ini, ketujuh orang itu masih diperiksa oleh bagian penyidikan.

Peristiwa itu terjadi Jumat (20/1/2017) malam di kafe CF di Kelurahan Talang, Kelurahan Payakumbuh Barat, Payakumbuh. Dari penuturan beberapa warga yang sempat menemui korban dan keluarganya seusai kejadian, korban dicekoki minuman keras oleh para pelaku hingga pingsan. Pada saat itulah para pelaku diduga memerkosa korban.

Menyusul kejadian dugaan kekerasan seksual terhadap R, pada Sabtu malam, warga mendatangi kafe CF. Warga lalu membakar kafe itu. Menurut Lurah Talang, Gusmardi, pembakaran kafe dilakukan sejumlah orang sekitar pukul 22.15.

Kejadian yang menimpa R turut menjadi perhatian Nurani Perempuan Woman Crisis Center, salah satu lembaga yang aktif mengadvokasi nasib anak dan perempuan korban kekerasan seksual di Sumbar. Nurani Perempuan berencana menyurati sejumlah pihak. Direktur Nurani Perempuan Yefri Heriani mengatakan, pihaknya akan mendesak agar proses hukum peristiwa itu terbuka. Dengan begitu, korban mendapatkan penanganan dan hak-haknya, misalnya seperti perlindungan.

Dua petani

Kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan diduga terjadi pula di Riau. Tersangka pelaku adalah dua petani, yakni Has (40) dan Uj (44), warga Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir. Mereka ditangkap aparat Kepolisian Sektor Kateman, Sabtu (21/1) malam. Has dan Uj dituduh memaksa pasangan remaja Tu (16) dan Te (17) melakukan hubungan badan. Setelah itu Uj memerkosa Tu.

"Kejadian pada Selasa (17/1) malam. Namun, orangtua korban perempuan baru melaporkan kejadian pada Sabtu (21/1) sore kepada kami. Anggota saya langsung melakukan pengejaran dan pada Sabtu malam kedua tersangka pelaku berhasil diciduk dan sampai sekarang masih ditahan di tahanan polsek," ujar Kepala Polres Indragiri Hilir Ajun Komisaris Besar Dolifar Manurung yang dihubungi dari Pekanbaru, Minggu.

Dolifar menjelaskan, Tu dan Te adalah pelajar SMA. Pada Selasa (17/1) sekitar pukul 21.00, keduanya dalam perjalanan pulang mengendarai sepeda motor. Saat itu jalan desa licin karena baru turun hujan. Tu terpaksa turun berjalan kaki, sementara Te menuntun sepeda motor. Lalu muncul Has dan Uj. Mereka menuduh dua remaja itu baru saja berbuat asusila. Kedua remaja yang menolak tuduhan itu lalu dipaksa masuk ke semak-semak hingga terjadi perbuatan keji yang dilakukan Has dan Uj. (ZAK/SAH)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 23 Januari 2017, di halaman 22 dengan judul "Pelayan Kafe Diduga Diperkosa 7 Laki-laki".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.