Soal Penghadangan Wasekjen MUI, Polda Kalbar Tunggu Laporan Tengku Zulkarnain

Kompas.com - 20/01/2017, 19:48 WIB
Kapolda Kalbar, Irjen Pol Musyafak saat berdialog dengan perwakilan pengunjuk rasa di Mapolda Kalbar (20/1/2017) KOMPAS.com/Yohanes Kurnia IrawanKapolda Kalbar, Irjen Pol Musyafak saat berdialog dengan perwakilan pengunjuk rasa di Mapolda Kalbar (20/1/2017)

PONTIANAK, KOMPAS.com - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Musyafak menegaskan tidak ingin didesak dalam menyelesaikan permasalahan terkait aksi penghadangan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap Wakil Sekretaris Jenderal MUI Tengku Zulkarnain d Bandara Susilo Sintang beberapa waktu lalu.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Kalbar ini di hadapan perwakilan massa yang menamakan diri mereka Aliansi Umat Islam Kalbar Bersatu, Jumat (20/1/2017) di lobi gedung Mapolda, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat.

"Saya tegaskan, selama saya jadi Kapolda saya tidak mau dipaksa-paksa, karena saya bertindak sesuai dengan undang-undang, jadi enggak bisa sembarangan," tegas Musyafak di hadapan perwakilan pengunjuk rasa.

Baca juga: Buntut Penolakan Wasekjen MUI di Sintang, Massa Datangi Mapolda Kalbar

Musyafak menambahkan, pihak kepolisian akan menangani permasalahan ini secara profesional dan enggak ingin dipaksa-paksa.

"Sampean datang tiga ratus orang enggak akan berubah, justru kalau dari rekan-rekan ini datang dengan fair, laporkan dengan bukti-bukti yang ada, harus begitu," ujarnya.

Terkait dengan aksi penghadangan tersebut, jelas Musyafak, orang yang dirugikan dalam peristiwa tersebut adalah Tengku Zulkarnain. Namun menurutnya, Tengku Zulkarnain sudah memaafkan peristiwa tersebut.

"Itu Pak Tengku sendiri ngomong sudah memaafkan kan, di media sosial, koran dan media online ada," ujarnya.

"Makanya diperlukan laporan dari Pak Tengku untuk mengkaitkan dengan masalah itu. Enggak sembarangan. Hukum mengatakan begitu, bukan pakai pokok'e harus," tegasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumlah Pasien Covid-19 yang Sembuh Meningkat Tajam, Risma Ungkap Peran Mobil PCR

Jumlah Pasien Covid-19 yang Sembuh Meningkat Tajam, Risma Ungkap Peran Mobil PCR

Regional
Masjid di Kota Bengkulu Kembali Gelar Shalat Berjemaah

Masjid di Kota Bengkulu Kembali Gelar Shalat Berjemaah

Regional
Diduga Salah Tembak, 2 Petani di Poso Tewas Saat Panen Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Diduga Salah Tembak, 2 Petani di Poso Tewas Saat Panen Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Regional
50.000 Ribu Butir Obat Batuk Disalahgunakan untuk Mabuk

50.000 Ribu Butir Obat Batuk Disalahgunakan untuk Mabuk

Regional
Ibu Hamil 9 Bulan yang Ditinggal dan Bergantung Tetangga: 'Tolong Jangan Cari Suami Saya'

Ibu Hamil 9 Bulan yang Ditinggal dan Bergantung Tetangga: "Tolong Jangan Cari Suami Saya"

Regional
Ingin Awet Muda dan Cepat Kaya, Oknum Karyawan Tambang Nekat Curi Celana Dalam, Ini Ceritanya

Ingin Awet Muda dan Cepat Kaya, Oknum Karyawan Tambang Nekat Curi Celana Dalam, Ini Ceritanya

Regional
Saat Polisi Kaget Dipergoki Rekan Seprofesinya, Ketahuan Isap Sabu-sabu

Saat Polisi Kaget Dipergoki Rekan Seprofesinya, Ketahuan Isap Sabu-sabu

Regional
Kadis Pariwisata NTB: Konsep New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik

Kadis Pariwisata NTB: Konsep New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik

Regional
Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan, Pelaku Diduga Masuk dari Jendela

Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan, Pelaku Diduga Masuk dari Jendela

Regional
Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid-19 dari Rumah Sakit di Surabaya

Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid-19 dari Rumah Sakit di Surabaya

Regional
Pasien Covid-19 Tertua dan Bocah 3 Tahun di Sorong Dinyatakan Sembuh

Pasien Covid-19 Tertua dan Bocah 3 Tahun di Sorong Dinyatakan Sembuh

Regional
Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Regional
Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Regional
519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

Regional
Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X