Perjuangan Arif Merawat Ibunya yang Kanker Otak dan Adiknya yang Polio

Kompas.com - 20/01/2017, 05:40 WIB
Foto : Arif, anak yatim dan pencari pasir merawat ibunya yang terkena kanker otak dan adiknya yang mengidap polio di rumahnya di Dusun Prumbon, Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Kamis ( 19/1/2017) Kontributor Madiun, Muhlis Al AlawiFoto : Arif, anak yatim dan pencari pasir merawat ibunya yang terkena kanker otak dan adiknya yang mengidap polio di rumahnya di Dusun Prumbon, Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Kamis ( 19/1/2017)
|
EditorErlangga Djumena

PONOROGO, KOMPAS.com - Sudah delapan tahun anak yatim ini berjibaku dengan keseharian yang menguji kesabaran dan kegigihan. Setelah ayahnya bernama Subroto meninggal karena kecelakaan lalu lintas, Arif Pujiono (23) harus merawat ibunya yang menderita kanker otak dan adiknya yang mengidap polio.

Bukannya tak mampu secara fisik merawat ibu dan adiknya. Himpitan ekonomi terkadang membuat warga RT 1 RW 2 Dusun Prumbon, Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo ini ingin menyerah.

"Terkadang rasanya saya lelah sekali. Sebagai anak muda saya ingin keluar rumah bermain seperti teman-teman. Tapi kalau saya keluar siapa yang merawat ibu dan adik saya," kata Arif, Kamis (16/1/2016).

Sebagai tulang punggung keluarga, Arif hanya mengandalkan bekerja sebagai pencari pasir di Desa Pomahan, Kecamatan Pulung. Satu hari, Arif hanya mendapatkan upah Rp 40.000 hingga Rp 50.000. 

Merasa, upah jadi pencari pasir tak cukup, Arif memutar otak. Pria lulusan SMA juga memelihara empat ekor kambing di dekat rumahnya. Setiap pagi dan sore, ia sempatkan ke ladang mencari rumput untuk pakan.

Sakit polio yang menimpa adiknya, Aldi Prasetyo (16) bukan baru saja terjadi. Kondisi iitu sudah terjadi sejak Aldi lahir. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk menyembuhkan mulai dibawa ke rumah sakit hingga pengobatan alternatif.

"Dulu sudah dibawa ke rumah sakit dan juga ke pengobatan alternatif, tapi tidak bisa sembuh," kata Arif.

Kini adiknya hanya bisa terbaring lemas di atas kasur. Aldi taki bisa lagi berjalan dan bicara layaknya anak seusianya.

Beruntung, kesehariannya Arif masih dibantu neneknya, Suminem untuk merawat adiknya. Pagi dan sore, Arif memandikan dan mengganti popok adiknya. Sementara neneknya bertugas memasak dan menyuapi adiknya. 

Sebelum ibu kandungnya, Rumiatun (43), mengidap penyakit kanker otak, Arif masih dibantu ibunya untuk menyuapi adiknya. Namun setelah terserang kanker otak, penglihatan ibunya hilang.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Regional
Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem 'Drive Thru'

Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem "Drive Thru"

Regional
3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

Regional
Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Regional
Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Regional
Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Regional
Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Regional
Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Regional
Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Regional
Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Regional
850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

Regional
Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Regional
IDI Laporkan 5 Akun Facebook karena Dinilai Lecehkan Profesi Dokter

IDI Laporkan 5 Akun Facebook karena Dinilai Lecehkan Profesi Dokter

Regional
Nekat Izinkan Sekolah Tatap Muka untuk SD, Ini Alasan Bupati Pesisir Selatan

Nekat Izinkan Sekolah Tatap Muka untuk SD, Ini Alasan Bupati Pesisir Selatan

Regional
Diserang Lebah, 6 Pegawai PDAM Bantaeng Jatuh ke Jurang Sedalam 70 Meter

Diserang Lebah, 6 Pegawai PDAM Bantaeng Jatuh ke Jurang Sedalam 70 Meter

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X