Awasi Penyaluran Beras Sejahtera agar Tak Dipolitisasi di Pilkada

Kompas.com - 17/01/2017, 17:55 WIB
Menteri Sosial RI Khofifah Endar Parawansa menyaksikan demo tarik tunai Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di mobil ATM BNI dalam acara Peluncuran   Layanan e-Warong KUBE-PKH Koperasi Masyarakat Indonesia Sejahtera (KMIS) Kontributor Ungaran, Syahrul MunirMenteri Sosial RI Khofifah Endar Parawansa menyaksikan demo tarik tunai Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di mobil ATM BNI dalam acara Peluncuran Layanan e-Warong KUBE-PKH Koperasi Masyarakat Indonesia Sejahtera (KMIS)
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

SALATIGA, KOMPAS.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta adanya pengawasan penyaluran beras sejahtera (rastra) untuk warga miskin, khususnya di daerah yang tengah mempersiapkan penyelenggaran pemilihan kepala daerah tahun ini.

Khofifah tidak ingin penyaluran rastra ini dipolitisasi dan diklaim sebagai bantuan dari para peserta pilkada, khususnya calon petahana.

"Jangan kemudian ada klaim, 'Ini kan dari tim ini, ini kan dari kandidat ini.' Itu yang memang harus dijaga supaya penyegeraan bantuan pangan dan subsidi pangan tetap jalan," kata Khofifah di sela-sela peluncuran layanan e-Warong KUBE-PKH Koperasi Masyarakat Indonesia Sejahtera (KMIS) di aula kantor Kecamatan Tingkir, Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (17/1/2017) siang.

Khofifah menyatakan bahwa ia sempat mendapatkan masukan agar menunda penyaluran bantuan ini di daerah penyelenggara pilkada, termasuk Salatiga. Ide penundaan muncul karena ada kekhawatiran bahwa penyaluran beras itu akan dipolitisasi.

Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan pilkada tidak dapat menunda kebutuhan masyarakat yang menginginkan bantuan ini.

Selama 2016, Kementerian Sosial telah menyalurkan bantuan sosial senilai lebih dari Rp 28 triliun.

Sebanyak 70 persen di antaranya atau lebih dari Rp 20 triliun digunakan untuk program Beras Sejahtera (Rastra).

Dalam kunjungannya ke Salatiga, Khofifah meluncurkan layanan terintegrasi Rastra dan Program Keluarga Sejahtera (PKH) menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) untuk wilayah Kota Salatiga, Jawa Tengah. Program ini akan memaksimalkan transaksi nontunai sejumlah bantuan sosial dari Kemensos.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kendari, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kendari, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

Regional
Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Regional
Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Regional
Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Regional
Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Regional
Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Regional
Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Regional
Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Regional
Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Regional
Ratusan TPS di NTT Tak Miliki Listrik dan Jaringan Internet yang Memadai

Ratusan TPS di NTT Tak Miliki Listrik dan Jaringan Internet yang Memadai

Regional
Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang Saat PSBB, Kapolres Serang Bilang Tak Tahu

Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang Saat PSBB, Kapolres Serang Bilang Tak Tahu

Regional
Gegara Unggahan Bernada Sumbang soal Covid-19, Pria Ini Disidang Bupati Banyumas

Gegara Unggahan Bernada Sumbang soal Covid-19, Pria Ini Disidang Bupati Banyumas

Regional
Pohon Tumbang Timpa Mobil Berpenumpang Lima Orang di Madiun

Pohon Tumbang Timpa Mobil Berpenumpang Lima Orang di Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X