Kasus Perusakan Markas GMBI, 5 Tersangka di Bawah Umur Dapat Diversi

Kompas.com - 17/01/2017, 11:42 WIB
Petugas polisi melakukan olah tempat kejadian perkara di Sekretariat GMBI di Desa Tegal Waru, Kecamatan Ciampea Ciampea, Kabupaten Bogor, Jumat (13/01/2017). Kontributor Bogor, Ramdhan Triyadi BempahPetugas polisi melakukan olah tempat kejadian perkara di Sekretariat GMBI di Desa Tegal Waru, Kecamatan Ciampea Ciampea, Kabupaten Bogor, Jumat (13/01/2017).
EditorErlangga Djumena
BOGOR, KOMPAS.com -  Kepolisian Resor Bogor Kabupaten, Polda Jawa Barat menempuh jalur diversi dalam menyelesaikan kasus perusakan markas ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) yang melibatkan anak di bawah umur.

"Untuk penanganan terhadap anak di bawah umur, kami memberikan pendampingan. Polres Bogor melakukan diversi, ini sesuai dengan amanat undang-undang," kata Kapolres Bogor Kabupaten, AKBP Andi Moch Dicky, di Cibinong, Selasa (17/1/2017).

Diversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Sebelumya, Polres Bogor telah mengamankan 20 orang pascakejadian perusakan dan pembakaran markas ormas di Ciampea.  Sebanyak 12 orang masih dilakukan penahanan dan delapan orang lainnya dibebaskan, karena tidak memenuhi unsur dan bukti.

Dari 12 orang tersebut, lima di antaranya masih berstatus pelajar dan anak di bawah umur. Sedangkan tujuh orang lainnya, dua orang guru dan sisanya pelajar dengan usia 18 tahun ke atas.

Baca: Kasus Pembakaran Sekretariat GMBI, 5 Tersangka Masih di Bawah Umur

"Jika mediasi dengan korban berhasil, akan dibuat surat keputusan dari pengadilan. Diversi merupakan alternatif dari pengadilan untuk penyelesaian perkara pidana anak," kata Dicky.

Menurut Dicky, dari hasil diversi jika telah disepakati, maka anak-anak yang terlibat pidana pengerusakan dan pembakaran markas Ormas akan diberi pembinaan, agar menghilangkan budaya kekerasan yang dilakukan sejak dini.

"Tentu ini memprihatinkan untuk kita, anak-anak di bawah umur melakukan kekerasan, mereka perlu mendapat pembinaan lebih lanjut supaya karir kriminalnya tidak berkembang," katanya.

Ia menyebutkan, pembinaan dilakukan oleh pemerintah, dan Bapas, upaya dilakukan untuk menghilangkan perilaku kekerasan yang telah dilakukannya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Ketua RT Tolak Pemakaman Perawat di Semarang

Ini Alasan Ketua RT Tolak Pemakaman Perawat di Semarang

Regional
Bupati Kuningan Jadikan Hotel Miliknya Tempat Menginap Petugas Medis Covid-19

Bupati Kuningan Jadikan Hotel Miliknya Tempat Menginap Petugas Medis Covid-19

Regional
Kang Emil Beri Instruksi Terbaru Terkait Penanganan Covid-19 di Jabar

Kang Emil Beri Instruksi Terbaru Terkait Penanganan Covid-19 di Jabar

Regional
Penolakan Pemakaman Perawat di Semarang Dibawa ke Ranah Hukum, PPNI: Harus Ada Pembelajaran

Penolakan Pemakaman Perawat di Semarang Dibawa ke Ranah Hukum, PPNI: Harus Ada Pembelajaran

Regional
Seorang Baby Sitter Berstatus Covid-19 Meninggal Setelah Dirawat 2 Hari, Baru Mudik dari Jakarta

Seorang Baby Sitter Berstatus Covid-19 Meninggal Setelah Dirawat 2 Hari, Baru Mudik dari Jakarta

Regional
Detik-detik Pasien di Padang Sidempuan Lompat dari Lantai 4 RS dan Tewas, Sempat Sesak Napas

Detik-detik Pasien di Padang Sidempuan Lompat dari Lantai 4 RS dan Tewas, Sempat Sesak Napas

Regional
Awalnya Dikira Benda Jatuh, Ternyata Pasien yang Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Awalnya Dikira Benda Jatuh, Ternyata Pasien yang Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Kediri Diduga Terpapar dari Suami yang Kerja di Jakarta

Pasien Positif Covid-19 di Kediri Diduga Terpapar dari Suami yang Kerja di Jakarta

Regional
Kronologi Pasien Sesak Napas Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Kronologi Pasien Sesak Napas Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Regional
2 Anggota KKB Penembak Karyawan Freeport Tewas, Senapan Angin, Panah hingga Kapak Disita

2 Anggota KKB Penembak Karyawan Freeport Tewas, Senapan Angin, Panah hingga Kapak Disita

Regional
Pasien Ini Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit, Sempat Mengeluh Sesak Napas

Pasien Ini Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit, Sempat Mengeluh Sesak Napas

Regional
Ketua RT yang Tolak Pemakaman Perawat di Semarang: Saya Menangis, Istri Saya Juga Perawat, Tapi...

Ketua RT yang Tolak Pemakaman Perawat di Semarang: Saya Menangis, Istri Saya Juga Perawat, Tapi...

Regional
3 PDP Covid-19 dengan Kondisi Berat di Sumut Meninggal

3 PDP Covid-19 dengan Kondisi Berat di Sumut Meninggal

Regional
Dua Remaja Bogor Hilang Tenggelam di Laut Selatan Sukabumi

Dua Remaja Bogor Hilang Tenggelam di Laut Selatan Sukabumi

Regional
Senyum Semringah Belasan Napi Rayakan Kebebasan, Main TikTok Bersama Petugas

Senyum Semringah Belasan Napi Rayakan Kebebasan, Main TikTok Bersama Petugas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X