Jual Materai Daur Ulang, Juragan Barang Bekas Diamankan Polisi

Kompas.com - 16/01/2017, 17:02 WIB
Tersangka Sofyan (tengah), saat diamankan di Polres Gresik, Senin (16/1/2017). HamzahTersangka Sofyan (tengah), saat diamankan di Polres Gresik, Senin (16/1/2017).
|
EditorFarid Assifa

GRESIK, KOMPAS.com – Sofyan (33), warga Dusun Curah Putih RT2/RW7, Desa Patemon, Kecamatan Tanggul, Jember, Jawa Timur, diamankan jajaran Satreskrim Polres Gresik karena menjual materai bekas.

“Awalnya kami banyak menerima laporan dan keluhan dari masyarakat akan banyaknya materai palsu yang beredar. Setelah kami telusuri, akhirnya kami dapatkan tersangka yang berprofesi sebagai pengumpul barang bekas ini,” ucap Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Heru Dwi Purnomo, Senin (16/1/2017).

Sofyan diamankan polisi di tempat bekerjanya di Kecamatan Driyorejo, Gresik. Ia mengaku menjual materai hasil daur ulang tidak hanya di Gresik, tetapi juga ke Surabaya dan Malang.

“Saya sudah lama jadi pengumpul barang bekas, tapi kalau materai baru lima bulan lalu saya lakukan. Biasanya, untuk materai dengan harga Rp 6.000 saya jual kembali Rp 3.000. Penjualan pun tidak tentu, mungkin kalau dirata-rata laku 500 buah setiap bulannya,” aku Sofyan.

Ia mengaku, bisa mendaur ulang materai bekas karena prosesnya cukup mudah. Awalnya, materai bekas itu dikumpulkan dari dokumen-dokumen tak terpakai instansi pemerintah maupun perusahaan. Kemudian bekas tinta yang menempel di materai itu dibersihkan dengan menggunakan campuran zat tertentu.

“Materai saya rendam dengan spritus dan kemudian pemutih pakaian untuk menghilangkan bekas tinta maupun kertas yang menempel sekitar lima menit. Setelah itu saya rendam lagi dengan air untuk membersihkan dan membuat warnanya tidak luntur. Baru setelah itu dijemur,” tutur Sofyan.

Saat diamankan di tempat kerjanya, petugas juga menyita barang bukti sebanyak 5.000 biji materai daur ulang siap jual, beberapa ember dan nampan plastik, klip plastik, penghapus pensil, beberapa botol spiritus dan pemutih pakaian.

“Untuk yang sudah dijual kami tidak tahu. Tapi untuk yang belum sampai dijual sebanyak 5.000 biji materai ini. Kerugian negara akibat perbuatan tersangka kurang lebih sekitar Rp 30 juta,” jelas Heru.

Akibat perbuatannya, Sofyan dijerat Pasal 253 ayat 1 junto 64 ayat 1 tentang pemalsuan merek dan materai dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serka Silvi, Tentara Wanita yang Lolos Ikut Misi PBB ke Lebanon, Rela Tinggalkan 2 Anak Kecil demi Tugas Mulia

Serka Silvi, Tentara Wanita yang Lolos Ikut Misi PBB ke Lebanon, Rela Tinggalkan 2 Anak Kecil demi Tugas Mulia

Regional
6.868 Surat Suara Pilkada Kabupaten Kediri Rusak, Ada yang Robek dan Gambarnya Tembus

6.868 Surat Suara Pilkada Kabupaten Kediri Rusak, Ada yang Robek dan Gambarnya Tembus

Regional
Menyamar Jadi Petugas Telkom, Kawanan Pencuri Kabel Lintas Provinsi Diringkus Polisi

Menyamar Jadi Petugas Telkom, Kawanan Pencuri Kabel Lintas Provinsi Diringkus Polisi

Regional
Bantu Sewa Posko Cagub Sumbar, Kasatpol PP Padang Dilaporkan ke Bawaslu

Bantu Sewa Posko Cagub Sumbar, Kasatpol PP Padang Dilaporkan ke Bawaslu

Regional
Detik-detik Seorang Wanita Tersambar Petir, Suami Gendong Mayat Korban Sambil Cari Bantuan

Detik-detik Seorang Wanita Tersambar Petir, Suami Gendong Mayat Korban Sambil Cari Bantuan

Regional
Puluhan Warga Desa di Buton Keracunan Diduga karena Santap Makanan Pesta Pernikahan

Puluhan Warga Desa di Buton Keracunan Diduga karena Santap Makanan Pesta Pernikahan

Regional
15 ASN Reaktif, Pemkot Malang Berlakukan WFH

15 ASN Reaktif, Pemkot Malang Berlakukan WFH

Regional
Seorang Wanita Tewas Disambar Petir Saat Hendak Berteduh di Pondok Dekat Sawah

Seorang Wanita Tewas Disambar Petir Saat Hendak Berteduh di Pondok Dekat Sawah

Regional
Demo Buruh Langgar Protokol Kesehatan, Polisi Periksa Pjs Bupati Cianjur

Demo Buruh Langgar Protokol Kesehatan, Polisi Periksa Pjs Bupati Cianjur

Regional
3 Korban Tewas Kecelakaan di Tol Cipali Gagal Peringati Setahun Ayah Meninggal

3 Korban Tewas Kecelakaan di Tol Cipali Gagal Peringati Setahun Ayah Meninggal

Regional
Jabar Kaji Kebijakan Pemilih Jalani 'Rapid Test' Sebelum Mencoblos

Jabar Kaji Kebijakan Pemilih Jalani "Rapid Test" Sebelum Mencoblos

Regional
Innova Ringsek usai Tabrak Kereta yang Melintas, 2 Orang Dilarikan ke RS

Innova Ringsek usai Tabrak Kereta yang Melintas, 2 Orang Dilarikan ke RS

Regional
Bagi-bagi Beras di Momen Pilkada, Pria Cianjur Divonis 3 Tahun Penjara

Bagi-bagi Beras di Momen Pilkada, Pria Cianjur Divonis 3 Tahun Penjara

Regional
Ada Pelajar Positif Corona, Rencana Sekolah Tatap Muka Jenjang SMP di Surabaya Dievaluasi

Ada Pelajar Positif Corona, Rencana Sekolah Tatap Muka Jenjang SMP di Surabaya Dievaluasi

Regional
Jateng Tertinggi Covid-19, Pemprov Jateng Klaim Satgas Pusat Masukkan Data Ganda

Jateng Tertinggi Covid-19, Pemprov Jateng Klaim Satgas Pusat Masukkan Data Ganda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X