Sehari Dibentuk, Tim Saber Pungli TTU Ungkap Pungli Sertifikat Tanah di 6 Desa

Kompas.com - 15/01/2017, 18:46 WIB
Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Raymundus Sau Fernandez saat menyampaikan pengalaman dirinya melawan mafia human trafficking di depan sejumlah imam katolik, biarawati, LSM dan puluhan mahasiswa, dalam kegiatan pertemuan region Nusra Bali dan NTT, komisi perdamaian dan pastoral migrant perantauan di aula Seruni Waitabula, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kamis (12/5/2016) malam Kompas.com/Sigiranus Marutho BereBupati Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Raymundus Sau Fernandez saat menyampaikan pengalaman dirinya melawan mafia human trafficking di depan sejumlah imam katolik, biarawati, LSM dan puluhan mahasiswa, dalam kegiatan pertemuan region Nusra Bali dan NTT, komisi perdamaian dan pastoral migrant perantauan di aula Seruni Waitabula, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kamis (12/5/2016) malam
|
EditorFarid Assifa

KUPANG, KOMPAS.com - Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Raymundus Sau Fernandez mengatakan, sehari setelah dibentuk, tim sapu bersih pungutan liar ( saber pungli) di wilayahnya langsung mengungkap praktik pungli terkait penerbitan izin sertifikat tanah di enam desa di Kabupaten TTU.

Menurut Raymundus, informasi pengungkapan pungli di enam desa di Kecamatan Biboki Anleu itu berdasarkan laporan yang diterimanya dari aparat Kepolisian Resor TTU.

“Surat keputusan (SK) pembentukan tim saber pungli baru yang beranggotakan sejumlah pihak di TTU termasuk kepolisian, baru diterbitkan pada Jumat (13/1/2017) kemarin oleh saya, dan saya sudah mendapatkan laporan dari polisi tentang adanya pungli untuk penerbitan sertifikat tanah di enam desa itu,” ungkap Raymundus kepada Kompas.com, Minggu (15/1/2017).

Terkait dengan pungli itu, lanjut Raymundus, pihaknya akan memberikan sanksi yang tegas jika pelakunya berasal dari aparatur pemerintah daerah.

“Tentunya akan ada sanksi yang tegas untuk pelaku dan secara aturan ada tingkatan-tingkatan, sehingga ada efek jera,” ucap Raymundus.

Raymundus mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian guna memroses secara hukum para pelaku yang tertangkap tangan.

“Tentunya uang rakyat ini dikembalikan kepada pemiliknya, kemudian kita perlu menjelaskan kepada masyarakat bahwa untuk penerbitan sertifikat tanah sekarang ini tidak membutuhkan biaya yang mahal,” ucap Raymundus.

Raymundus menyebutkan, berdasarkan penegasan dari pihak kementerian terkait ketika penyerahan sertifikat di Kabupaten Belu saat kunjungan Presiden Joko Widodo akhir Desember 2016 lalu, bahwa biaya pengurusan sertifikat dikenakan Rp 50.000.

“Pungli yang dilaporkan ke kita ternyata cukup besar, yakni Rp 200.000, sehingga pungutan seperti ini otomatis menyalahi prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Karena itu para pelaku perlu diproses hingga tuntas,” kata Raymundus.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Desa di Kepulauan Meranti Terendam Banjir akibat Kanal Meluap

4 Desa di Kepulauan Meranti Terendam Banjir akibat Kanal Meluap

Regional
Kenalan di Facebook, PNS di Riau Ditipu Tentara AS Gadungan Rp 271 Juta, Korban Janji Dinikahi

Kenalan di Facebook, PNS di Riau Ditipu Tentara AS Gadungan Rp 271 Juta, Korban Janji Dinikahi

Regional
ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

Regional
Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

Regional
Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Tertangkap Kasus Narkoba di Medan

Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Tertangkap Kasus Narkoba di Medan

Regional
Buntut Kerumunan Acara Rizieq Shihab, Keterisian RS Covid-19 di Bogor Meningkat dan PSBB Diperpanjang

Buntut Kerumunan Acara Rizieq Shihab, Keterisian RS Covid-19 di Bogor Meningkat dan PSBB Diperpanjang

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 November 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 November 2020

Regional
Beri Kejutan Istri, Crazy Rich Surabaya Pasang Baliho Ucapan Ulang Tahun di Perempatan Jalan

Beri Kejutan Istri, Crazy Rich Surabaya Pasang Baliho Ucapan Ulang Tahun di Perempatan Jalan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 November 2020

Regional
Gubernur Erzaldi: Pandemi Jadi Peluang Inovasi Dunia Pendidikan untuk SDM Lebih Unggul

Gubernur Erzaldi: Pandemi Jadi Peluang Inovasi Dunia Pendidikan untuk SDM Lebih Unggul

Regional
Kisah Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai, Jatuh dari Tebing Setinggi 20 Meter Saat Cari Tanaman

Kisah Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai, Jatuh dari Tebing Setinggi 20 Meter Saat Cari Tanaman

Regional
Meski Bromo Zona Hijau, Satgas Tak Izinkan Jazz Gunung Digelar

Meski Bromo Zona Hijau, Satgas Tak Izinkan Jazz Gunung Digelar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X