Antisipasi "Human Trafficking", Bupati TTU Moratorium Pengiriman TKI hingga 2018

Kompas.com - 14/01/2017, 18:20 WIB
Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Raymundus Sau Fernandez saat menyampaikan pengalaman dirinya melawan mafia human trafficking di depan sejumlah imam katolik, biarawati, LSM dan puluhan mahasiswa, dalam kegiatan pertemuan region Nusra Bali dan NTT, komisi perdamaian dan pastoral migrant perantauan di aula Seruni Waitabula, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kamis (12/5/2016) malam Kompas.com/Sigiranus Marutho BereBupati Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Raymundus Sau Fernandez saat menyampaikan pengalaman dirinya melawan mafia human trafficking di depan sejumlah imam katolik, biarawati, LSM dan puluhan mahasiswa, dalam kegiatan pertemuan region Nusra Bali dan NTT, komisi perdamaian dan pastoral migrant perantauan di aula Seruni Waitabula, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kamis (12/5/2016) malam
|
EditorIcha Rastika

KUPANG, KOMPAS.com - Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) Raymundus Sau Fernandez secara tegas melakukan moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) asal TTU ke luar negeri hingga tahun 2018 mendatang.

Hal itu disampaikan Fernandes kepada sejumlah wartawan di Kupang, Sabtu (14/1/2017) usai mengikuti dialog interaktif di sebuah stasiun radio pemerintah di Kota Kupang.

Menurut Fernandez, moratorium itu dilakukan guna mengantisipasi maraknya human trafficking (perdagangan orang) yang kian marah di wilayah itu.

“Kita akan membangun dan menyelesaikan balai latihan kerja dengan melatih orang (calon tenaga kerja) untuk kemudian punya ketrampilan sehingga dia sadar dan tahu haknya dan kewajibannya saat bekerja di luar negeri,” kata Fernandez.

(Baca juga: Dijanjikan Gaji Rp 5 Juta, 12 Calon TKI Telantar di Penampungan Ilegal)

Ia mengatakan, dasar moratorium ini berangkat dari ketidaktahuan warganya terkait dengan persyaratan-persyaratan untuk bekerja ke luar negeri.

Calon tenaga kerja dinilai hanya tergiur dengan janji-janji muluk dari para perekrut maupun mafia-mafia human trafficking yang sangat menggiurkan.

“Karena berawal dari kondisi rumah tangga yang sulit dalam kategori miskin maka dia (calon tenaga kerja) ingin memperbaiki hidupnya. Padahal, itu masuk dalam perangkap sehingga itu balai latihan ini yang tentu akan kita persiapkan dengan baik,” ujarnya.

Fernandez mencontohkan kasus TKW Dolvina Abuk yang pada awalnya begitu heboh karena pergi secara ilegal dan pulang jenazahnya penuh sayatan.

(Baca juga: 49 TKI Ilegal Asal NTT Meninggal di Luar Negeri Selama 2016)

Pihaknya kemudian membentuk satu tim satuan tugas pemberantasan human trafficking di TTU.

“Lebih dari itu saya melihat kenapa orang atau Dolvina Abuk bisa mendapatkan perlakuan seperti itu sehingga saya sadar betul ternyata sumber daya manusia kita memang rendah dan tidak memiliki ketrampilan sehingga kita harus carikan solusi yang tepat dengan mempersiapkan sumber daya tenaga kerja dengan baik,” kata fernandez.

Ia berharap, dengan dibangunnya balai latihan kerja tersebut akan meminimalkan adanya praktik human trafficking dan tenaga kerja ilegal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Regional
Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Regional
Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Regional
Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Regional
KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Regional
Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Regional
Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Regional
Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Regional
TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

Regional
5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Regional
Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Regional
Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Regional
Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Regional
Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Regional
Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X