Kompas.com - 10/01/2017, 17:26 WIB
Sungai Glenmore yang melintasi Desa Karangdoro Kecamatan Tegalsari Banyuwangi berwarna coklat dan tidak bisa dimanfaatkan untuk mandi karena gatal di kulit. Selain itu di sepanjang sungai ditemukan ribuak ikan mati mendadak sejak 3 bulan terakhir Kontributor Banyuwangi, Ira RachmawatiSungai Glenmore yang melintasi Desa Karangdoro Kecamatan Tegalsari Banyuwangi berwarna coklat dan tidak bisa dimanfaatkan untuk mandi karena gatal di kulit. Selain itu di sepanjang sungai ditemukan ribuak ikan mati mendadak sejak 3 bulan terakhir
|
EditorErlangga Djumena

BANYUWANGI,KOMPAS.com - Ribuan ikan di sepanjang Sungai Glenmore mati diduga disebabkan limbah pabrik gula yang mengalir ke sungai. Peristiwa ini sudah terjadi sekitar 3 bulan yang lalu.

Menurut Heni warga rt 03 rw 03 Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, ikan yang ditemukan mati banyak ditangkap oleh warga untuk dibawa pulang.

"Satu orang bisa bawa satu karung ikan-ikan yang teler di pinggir sungai diambili. Di dekat rumput. Memang tidak tiap hari tapi sering. Ikannya mabuk kena limbah pabrik gula gitu katanya," kata Heni kepada Kompas.com Senin (9/1/2016).

Selain itu warga yang tinggal sepanjang sungai tidak bisa lagi memanfaatkan sungai untuk mandi dan cuci pakaian karena airnya keruh, coklat dan berlendir.

"Kalau dipakai mandi gatal di kulit. Pernah saya cuci baju warna putih jadinya malah coklat kayak ada serat-seratnya dan walaupun dibilas enggak ilang kotorannya," tambah Heni.

Hal senada juga diungkapkan oleh Purwati, warga Desa Karangdorio. Menurutnya, matinya ribuan ikan di sungai yang melintas di depan rumahnya bebarengan dengan munculnya ribuan nyamuk hijau di rumah warga khususnya yang tinggal dekat dengan sungai.

"Bareng-bareng itu mulai nyamuk hijau, ikan di sungai mati sama air sungai gatal dipake mandi. Bingung mau lapor ke siapa lagi padahal dari pihak RT sudah laporan ke desa," jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi Husnul Chotimah saat di konfirmasi Kompas.com , menyebutkan  pihaknya sudah mengambil sampel air di empat titik di sepanjang sungai Glenmore dan hasilnya ditemukan sejumlah komponen yang konsentrasinya melebihi baku mutu yang ditetapkan.

"Ada kandungan di dalam air yang melebihi baku mutu sehingga ikan tidak mendapatkan oksigen dengan baik sehingga banyak yang mati dan itu limpahan limbah dari Pabrik Gula Glenmore," ucap Husnul, Selasa (10/1/2017).

Namun untuk ikan yang mati apakah aman untuk dikonsumsi masih harus diteliti dan pihaknya akan bekerja sama dengan dinas perikanan.

Terkait nyamuk hijau yang muncul bersamaan dengan ikan mati di sepanjang sungai, Husnul menjelaskan masih belum menemukan keterkaitannya.

Baca: Nyamuk Hijau Serbu Permukiman Warga di Banyuwangi

"Tapi kami akan teliti kembali karena nyamuk hijau itu biasanya makan dedaunan apakah ada hubungannya dengan limbah pabrik gula atau tidak," sebutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.