Kompas.com - 04/01/2017, 23:17 WIB
|
EditorFarid Assifa

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Muhammad Hadi Kuswanto, warga asal Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, masuk ke daftar pencarian orang (DPO) oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua atas kasus dugaan korupsi proyek pembangunan patung Usker Avatan di Sekretariat Daerah Kabupaten Sarmi, Papua, tahun anggaran 2015.

Pria itu diketahui pernah mencalonkan diri sebagai bupati Temanggung melalui jalur perseorangan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2013 silam.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Temanggung AKBP Wahyu Wim Hardjanto mengatakan, pihaknya sudah diminta bantuan untuk mencari orang tersebut oleh Kejati Papua, melalui surat yang diterimanya akhir Desember 2016 lalu.

"Kami hanya bantu cari atas permintaan DPO dari Kejaksaan (Papua)," ujar Wahyu saat dikonfirmasi, Rabu (4/1/2017) sore.

Wahyu mengaku sudah mendatangi rumah Hadi bersama petugas Kejari Temanggung beberapa waktu lalu. Selain itu, sejumlah aset rumah milik Hadi di wilayah Temanggung juga sudah dilacak karena kemungkinan menjadi tempat persembunyian Hadi selama ini.

“Karena kita dimintai bantuan, sebisa mungkin kita akan terus melakukan pencarian dan pelacakan," jelas Wahyu.

Wahyu meminta kepada pihak keluarga maupun masyarakat yang mengetahui keberadaan Hadi untuk kooperatif. Sebab, siapa pun yang terbukti menyembunyikan DPO juga akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

"Kami minta kepada keluarga atau masyarakat pada umumnya jika mengetahui keberadaan Hadi Kuswanto untuk bisa lapor ke kami,” pintanya.

Kepala Seksi Intel Kejari Temanggung Sabar Sutrisno memaparkan bahwa Hadi ditetapkan sebagai DPO karena diduga berperan sebagai penyedia jasa pada proyek pembangunan patung Usker Avatan di Papua senilai Rp 10 miliar pada 2015 lalu.

"Total proyek Rp 10 miliar, sudah diterima Rp 2,5 miliar. Proyek belum dikerjakan, tapi uangnya diduga dilarikan oleh yang bersangkutan,” ungkap Sabar.

Sabar mengatakan sudah mencari keberadaan Hadi dan menghubungi istrinya, tetapi belum membuahkan hasil. Dari keterangan sang istri dan beberapa keluarganya, kata Sabar, Hadi sudah meninggalkan rumah sejak beberapa bulan yang lalu. Namun, tidak dijelaskan tujuan kepergian Hadi tersebut.

"Yang bersangkutan lama tidak pulang. Saat kami hubungi istrinya malah kami diminta untuk tidak mengubunginya terus. 'Jangan menghubungi terus, biar Abang saja nanti yang menghubungi Bapak,” kata Sabar menirukan ucapan istri Hadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.