Kompas.com - 04/01/2017, 09:38 WIB
Kapolresta Sidoarjo Kombespol Anwar Nasir merilis gelar perkara berikut tersangka dan barang buktinya, Senin (2/1/2017). Surya/Irwan SyairwanKapolresta Sidoarjo Kombespol Anwar Nasir merilis gelar perkara berikut tersangka dan barang buktinya, Senin (2/1/2017).
EditorCaroline Damanik

SIDOARJO, KOMPAS.com - Polisi mengamankan tiga warga negara asing asal Peru karena melakukan pembobolan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di sebuah minimarket di Krian, Sidoarjo, Jawa Timur.

Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Anwar Nasir, saat rilis gelar perkara, Senin (2/1/2017), mengatakan ketiga warga Peru itu bernama Jose William Salazar (37), Roberto Luque Castro de La Cuba(34), dan Franho (29).

"Ketiga tersangka ini membobol mesin ATM di sebuah minimarket di Desa Sidorejo, Krian, pada 18 Desember lalu. Tak tanggung-tanggung, dua mesin ATM dibobol ketiga tersangka ini," kata Anwar.

Anwar menuturkan uang sekitar Rp 388 juta berhasil digasak dari mesin ATM milik Bank Mandiri dan BCA tersebut. Anwar menyatakan ketiganya terbilang profesional ketika membobol kedua ATM ini.

Dia menjelaskan, sebelum beraksi, ketiga warga Peru ini melakukan survei lokasi selama beberapa hari. Survei ini dilakukan untuk mencari titik blindspot kamera CCTV (posisi yang tak terekam kamera).

Ketiganya masuk melalui pintu depan yang telah dijebol terlebih dahulu. Ketika sudah masuk, ketiganya langsung mencari posisi di blindspot tadi dan menghalangi rekaman kamera dengan cara menutupnya dengan lakban.

"Untuk menghindari kamera di mesin ATM, pelaku membongkar mesin ATM dari bawah. Kemudian mesin ATM tersebut dipotong dengan cara dilas," sambungnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anwar mengungkapkan, koleganya di Polresta Denpasar juga pernah mendapatkan kasus serupa, mesin ATM dibobol menggunakan las. Setelah mempelajari dan mengaitkan dengan kasus di Krian, ternyata ada kesamaan modus operandi.

"Kasus yang di Bali, ketiga tersangka sempat terekam kamera. Dari sini kami lakukan profiling (mencari tersangka berdasarkan kesamaan kultur, ras, dan lainnya), dan akhirnya mendeteksi pelaku berada di Jakarta," ungkapnya.

Jose dan Roberto ditangkap di sebuah penginapan di wilayah Jakarta Pusat, 31 Desember 2016. Uang hasil pembobolan tersebut ditukarkan ke dalam Dollar Amerika.

"Untuk menghilangkan jejak, ditukarkan jadi Dollar AS," ujar Anwar.

Dari penangkapan Jose dan Roberto, polisi mendeteksi keberadaan Franho, yang ternyata tinggal di Surabaya bersama pacarnya. Franho pun diciduk.

Anwar menyatakan, ketiga pelaku akan dibawa terlebih dahulu ke Polresta Denpasar untuk kasus pembobolan ATM di sana.

"Setelah menjalani pemeriksaan di Bali, akan kami proses kembali di sini," paparnya.

Anwar menuturkan, pihaknya akan mengintensifkan koordinasi dengan pihak Keimigrasian terkait upaya pencegahan potensi tindak kejahatan yang kemungkinan dilakukan oknum WNA.

Dia menuturkan, ketiga WNA ini datang ke Indonesia pertama kali di Bali memakai visa wisatawan sekitar empat bulan lalu. Namun, di Pulau Dewata ketiganya malah bekerja sebagai koki dan pengrajin kayu.

"Alasan membobol ATM karena tidak punya uang untuk kembali ke negaranya. Namun, kami tidak percaya sepenuhnya," tegas Anwar.

Bantuan warga lokal

Ketidakpercayaan Anwar terhadap pernyataan pelaku sangat berdasar. Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Manang Soebeti, menambahkan pengakuan tersangka bisa membobol ATM ini karena mendapat bantuan orang lokal.

"Baik pembobolan di Bali dan di Sidoarjo, ketiganya ada bantuan orang lokal. Kami masih selidiki identitas orang lokal ini dan juga perannya," imbuh Manang.

Manang menerangkan, bisa saja orang lokal ini merupakan otak utama pembobolan ATM, sementara ketiga warga Peru ini adalah eksekutornya.

Pun pemilihan target pembobolan juga direncanakan dengan matang. Manang membeberkan lokasi minimarket di Desa Sidorejo ini terbilang cukup terpencil dan sepi di malam hari.

"Pelaku mengaku alat-alat yang digunakan untuk membobol ATM disediakan oleh orang lokal ini," tuturnya.

Berita ini telah tayang di Surya, Selasa (3/1/2017), dengan judul: 3 Warga Peru Bobol ATM di Sidoarjo dan Bali, Berhasil Gondol Rp 388 Juta, begini Kronologinya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.