Kompas.com - 30/12/2016, 06:51 WIB
|
EditorErlangga Djumena

MADIUN, KOMPAS.com - Kantor Imigrasi Kelas II Madiun mendeportasi dua tenaga kerja asing (TKA) yang diduga akan dipekerjakan di PT Industri Kereta Api (INKA) ke negara asalnya, China. Kedua TKA asal China, Weiqiang Zhao (47) dan Zuoyou Wen (49) dideportasi dengan menumpang pesawat Air Asia lewat Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jumat ( 30/12/2016) siang.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Madiun, Sigit Roesdianto yang ditemui, Jumat ( 30/12/2016) pagi usai mendeportasi dua TKA asal China mengatakan, deportasi dilakukan pagi hari lantaran pesawat yang memberangkat keduanya dari Surabaya jam 12 siang. Untuk mengejar pesawat maka harus pagi-pagi berangkatnya dari Madiun.

"Keduanya akan naik pesawat Air Asia lewat Bandara Juanda Surabaya transit di Kualalumpur dan selanjutnya terbang ke Guangzhou," kata Sigit.

Sigit menjelaskan sebelum memutuskan deportasi, timnya menangkap empat orang yang diduga dipekerjakan sebagai tenaga konstruksi bangunan di PT INKA. Saat diperiksa, dua TKA memiliki izin tinggal terbatas sesuai dengan aturan dan kontrak kerja resmi.

"Sementara kedua TKA yang dideportasi hanya menggunakan visa turis saja. Hanya saja dua TKA yang dideportasi itu mau bergabung dengan dua rekannya di PT INKA," kata Sigit.

Penangkapan dua TKA bermula ketika mendapatkan informasi adanya tenaga kerja asing yang bekerja tidak memiliki izin tinggal. Setelah dilakukan pengecekan, kedua TKA itu ternyata hanya memiliki visa turis saja.

"Kalau mau kerja ya harus miliki izin kerja dan tinggal terbatas seperti dua rekannya itu," ucap Sigit.

Sigit mendapatkan informasi PT INKA akan mendatangkan sepuluh orang TKA. Namun baru dua orang yang legal dan sesuai ketentuan.

"Saya sudah memberitahukan kepada PT INKA kalau mau mendatangka TKA sebaiknya berkonsultasi atau berkoordinasi dengan imigrasi. Dengan demikian tidak salah langkah tentang persyaratan apa saja yang diperlukan. Apalagi ini proyek pemerintah yang akan dilaksanakan PT INKA," ujar Sigit.

Sigit menambahkan satu tahun terakhir TKA yang dideportasi dari Madiun sebanyak sepuluh orang. 

Update :PT INKA Bantah 2 TKA Asal China yang Dideportasi Pegawainya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kirimkan Bantuan Rp 533 Juta untuk Korban Gempa Cianjur, Gubernur Syamsuar: Uang Paling Dibutuhkan Mereka

Kirimkan Bantuan Rp 533 Juta untuk Korban Gempa Cianjur, Gubernur Syamsuar: Uang Paling Dibutuhkan Mereka

Regional
Bupati Ipuk Berharap Festival Arsitektur Nusantara Lahirkan Arsitek Top dari Banyuwangi

Bupati Ipuk Berharap Festival Arsitektur Nusantara Lahirkan Arsitek Top dari Banyuwangi

Regional
Melirik Program Prioritas Dinkes Jabar, Apa Saja?

Melirik Program Prioritas Dinkes Jabar, Apa Saja?

Regional
Gubernur Syamsuar Serahkan Bantuan kepada Pensiunan PNS Pemprov Riau

Gubernur Syamsuar Serahkan Bantuan kepada Pensiunan PNS Pemprov Riau

Regional
Wadahi Ketangkasan Digital Anak Muda, Pemkab Banyuwangi Kembali Gelar Hacking Day Competition

Wadahi Ketangkasan Digital Anak Muda, Pemkab Banyuwangi Kembali Gelar Hacking Day Competition

Regional
Turnamen Tenis Meja Pemkab Banyuwangi Diikuti 220 Atlet se-Jawa dan Bali

Turnamen Tenis Meja Pemkab Banyuwangi Diikuti 220 Atlet se-Jawa dan Bali

Regional
Gelar Gebyar Ekraf Rumaket Greget, Upaya Pemkab Trenggalek Dorong UMKM dan Industri Kreatif

Gelar Gebyar Ekraf Rumaket Greget, Upaya Pemkab Trenggalek Dorong UMKM dan Industri Kreatif

Regional
Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia, Gubernur Riau Berharap Pembangunan Jembatan Selat Malaka Terwujud

Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia, Gubernur Riau Berharap Pembangunan Jembatan Selat Malaka Terwujud

Regional
Ganjar Bentuk Timsus untuk Atasi Masalah Pembebasan Lahan Proyek Tol Semarang-Demak

Ganjar Bentuk Timsus untuk Atasi Masalah Pembebasan Lahan Proyek Tol Semarang-Demak

Regional
Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Regional
Mobil Dinas Camat Sudah Tak Layak Jalan, Pemkab Bojonegoro Siapkan 28 Toyota Rush Senilai Rp 7,72 Miliar

Mobil Dinas Camat Sudah Tak Layak Jalan, Pemkab Bojonegoro Siapkan 28 Toyota Rush Senilai Rp 7,72 Miliar

Regional
Program Puspa, Inovasi Dinas Kesehatan Jabar untuk Atasi Covid-19

Program Puspa, Inovasi Dinas Kesehatan Jabar untuk Atasi Covid-19

Regional
Disparbud Trenggalek Gelar FGD untuk Edukasi 35 Kades tentang Pengembangan Desa Wisata

Disparbud Trenggalek Gelar FGD untuk Edukasi 35 Kades tentang Pengembangan Desa Wisata

Regional
Rumahnya Direnovasi Bobby Nasution, Warga Medan Labuhan: Kedatangan Pak Wali Membawa Berkah

Rumahnya Direnovasi Bobby Nasution, Warga Medan Labuhan: Kedatangan Pak Wali Membawa Berkah

Regional
Bupati Jekek Tegaskan Wonogiri Manfaatkan KPJ untuk Tekan Angka Kematian Bayi

Bupati Jekek Tegaskan Wonogiri Manfaatkan KPJ untuk Tekan Angka Kematian Bayi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.