Terbengkalai 16 Tahun, Gereja Santa Theresia Poso Kembali Aktif - Kompas.com

Terbengkalai 16 Tahun, Gereja Santa Theresia Poso Kembali Aktif

Kompas.com - 25/12/2016, 20:20 WIB
Mansur K103-15 Foto Bersama Danrem 132 Tadulako Palu,Wakapolda Sulteng,Bupati Poso Dan Pastor usai peresmian Gereja Minggu (25/12/2016)

POSO, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso, Sulawesi Tengah akhirnya kembali secara resmi mengaktifkan bangunan salah satu bangunan rumah ibadah Gereja Katolik tepat pada hari Natal pada Minggu (25/12/2016).

Bangunan Gereja Katolik Paroki Santa Thesresia yang berlokasi di jalur Trans Sulawesi, Kelurahan Moengko, Kecamatan Poso Kota sebelumnya sempat terbengkalai selama 16 tahun sejak tahun 2000 silam yang rusak akibat konflik.

Gereja yang masuk dalam Keuskupan Manado itu secara resmi difungsikan dengan ditandai pelaksanaan perdana Ibadah Natal 2016.

Sebelumnya difungsikan, dilakukan renovasi oleh anggota TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Tinombala 2016 bekerjasama dengan Pemda Poso.

Turut hadir dalam acara syukuran ibadah perdana bersama tersebut adalah Danrem 132 Tadulako Kolonel TNI Muhammad Saleh Mustafa, Wakapolda Sulteng Kombes Pol Muhammad Aris,Bupati Poso, Darmin Agustinus Sigilipu, Pendeta serta sejumlah tokoh muslim lainnya.

Danrem 132 Tadulako Palu, Kolonel TNI Muhammad Saleh Mustafa usai kegiatan menjelaskan wacana pengaktifan kembali gereja Katolik Paroki Santa Thesresia merupakan hasil kesepakatan dari Pemda bersama sejumlah tokoh lintas agama.

Menurut Danrem, dengan diaktifkan kembali rumah ibadah tersebut, secara langsung memberikan gambaran kepada publik bahwa kerukunan umat beragama di Poso sudah kembali terjalin dengan baik.

"Hari ini kita telah menyaksikan secara bersama-sama diaktifkannya kembali rumah ibadah Gereja Katolik Paroki Santa Thesresia. Untuk biaya renovasi, sendiri merupakan hasil komunikasi dari berbagai unsur termasuk Pemda Poso," ungkap Danrem.

Hal senada juga diungkapkan oleh Bupati Poso, Darmin Agustinus Sigilipu. Dia mengapresiasi personil TNI-Polri yang telah memberikan sumbangan tenaga dan pikiran dalam melakukan renovasi sehingga gereja kembali bisa diaktifkan.

Menurutnya, dari hasil kegiatan tersebut, secara langsung membuktikan bahwa hubungan tali silaturahmi antara umat beragama yang ada di Poso dari waktu ke waktu sudah mulai terlihat dan berjalan dengan baik.

"Secara bertahap semua rumah ibadah baik Masjid atau Gereja yang masih rusak akan kami perbaiki semua. Khusus untuk bangunan Gereja Katolik Paroki Santa Thesresia sengaja didahulukan mengingat lokasinya berada tepat di jalur trans-Sulawesi," jelas Bupati.

Sementara itu Beniditus Saletia selaku Pastor Gereja Katolik Paroki Santa Thesresia menjelaskan dengan aktifnya kembali gereja menjadi langkah awal dan merupakan sejarah baru, mengingat selama 16 tahun rumah ibadah tersebut terbengkalai.

"Sekarang sudah aktif kembali,upaya kami selanjutnya tinggal bagaimana cara agar para jemaat yang sebelumnya bisa datang dan melakukan ibadah secara rutin sehingga kegiatan dalam gereja bisa berjalan normal," harapnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorBambang Priyo Jatmiko


Close Ads X