Pemilik Hotel Aston Madiun Nyatakan Tak Pernah Setor Upeti untuk Perlancar Izin

Kompas.com - 20/12/2016, 21:23 WIB
Pemilik Hotel Aston Madiun Harsono Lukito menutup wajahnya saat meninggalkan ruang pemeriksaan penyidik KPK di Gedung Bhara Makota Polres Madiun Kota, Selasa (20/12/2016) sore. KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWIPemilik Hotel Aston Madiun Harsono Lukito menutup wajahnya saat meninggalkan ruang pemeriksaan penyidik KPK di Gedung Bhara Makota Polres Madiun Kota, Selasa (20/12/2016) sore.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

MADIUN, KOMPAS.com - Komisaris Utama PT Bumi Pembangunan Persada sekaligus pemilik Hotel Aston Madiun Harsono Lukito membantah telah menyetorkan uang upeti dalam jumlah tertentu untuk memperlancar izin pembangunan hotel bintang empat di Kota Madiun.

Harsono menampik telah dipersulit saat mengurus izin pembangunan hotel miliknya.

Bantahan itu disampaikan Harsono kepada wartawan seusai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung Bhara Makota Polres Madiun Kota, Selasa (20/12/2016) sore.

Harsono diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Wali Kota Madiun Bambang Irianto dalam kasus suap.

(Baca juga Kasus Wali Kota Madiun, Kontraktor Mengaku Terpaksa Setor Upeti hingga 17 Persen)

Ia keluar dari gedung Bhara Makota seusai diperiksa tim penyidik KPK sekitar pukul 16.00 WIB. Ia didampingi seorang perempuan langsung menuju ke mobil Toyota Innova bernomor polisi AE 1735 EN dan keluar dari kompleks gedung itu.

"Enggak pernah setor," kata Harsono saat keluar kompleks gedung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepada wartawan, ia mengaku diperiksa terkait persoalan pengurusan perizinan usaha.

Selama Bambang memimpin Pemkot Madiun, Harsono mengaku baru dua kali mengurus perizinan, termasuk perizinan Hotel Aston Madiun.

Ia mengaku tidak pernah dipersulit selama mengurus proses perizinan.

Juru bicara KPK Febri Diansyah yang dihubungi Kompas.com mengatakan, hari ini ada 12 orang yang diperiksa penyidik KPK di gedung Bhara Makota.

Selain Harsono, sebelas orang yang diperiksa meliputi Direktur PT Jatisono Multi Konstruksi Andy Sulaksono, Komisaris PT Remaja Abadi Sejahtera Ferry Soetanto, Komisaris PT Anugerah Mulia Perdama Moch Turino Junaedy, Karyawan swasta Dewo, karyawan swasta Joko, dan Direktur CV Jati Wangi Widodo.

KPK juga memeriksa Direktur CV Mitra Karya Hari Prasetyo, Direktur CV Wahana Putra Putra Perdana Bambang Wahyudi, Direktur CV Zelva Aditama Adi Yuwono, Direktur CV Karya Tata Mandiri Triyadi Wicaksono, dan karyawan swasta Anjsah Sri Wahyuni.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X