Atalia: Kang Emil Masih "Fifty-fifty"

Kompas.com - 20/12/2016, 13:55 WIB
Istri Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Atalia Praratya saat diwawancarai Kompas.com di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (20/12/2016). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Kontributor Bandung, Dendi RamdhaniIstri Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Atalia Praratya saat diwawancarai Kompas.com di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (20/12/2016). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
|
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com - Istri Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Atalia Praratya, mengatakan, hingga saat ini, suaminya belum memiliki keputusan bulat soal karier politiknya terkait janji pria yang kerap disapa Emil itu untuk segera memberikan keputusan final soal rencana maju di Pilkada Jawa Barat 2018.

Atalia mengatakan, Emil masih menimbang segala kemungkinan sebelum memberikan keputusan.

"Saya orang yang paling dekat dengan Kang Emil, saya merasakan kegalauannya, saya merasakan semangatnya, kebahagiannya ketika masyarakat mengapresiasi. Sampai detik terakhir Kang Emil bicara sama saya masih fifty-fifty, jadi Kang Emil masih berpikir setelah ini kalau tidak lanjut mau planning apa," kata Atalia di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (20/12/2016).

"Justru masih fifty-fifty bukan masalah bertahan di Bandung atau Jabar, tapi antara tidak (menjadi pejabat) dan maju," tambah dia.

Namun, Atalia mengaku dirinya lebih sreg jika sang suami tidak lagi menjadi pejabat dan kembali menekuni profesi sebelumnya sebagai arsitek. Menurut dia, menjadi arsitek lebih memiliki privasi daripada menjadi seorang pemimpin daerah yang tindak-tanduknya selalu dalam pengawasan banyak pihak.

"Bagi saya sebagai seorang istri, lebih nyaman menjadi non-birokrat, saya sebagai pengusaha, bisa ke mana saja, semua kita yang mengatur. Sekarang kan tidak seperti itu. Sekarang Kang Emil cuti saja enggak dapat, semua jadi sorotan, apa yang disampaikan, privasi kita sangat terbatas," tuturnya.

Atalia menuturkan, akhir-akhir ini rencana politik Ridwan Kamil terus jadi bahasan. Dia mengatakan, banyak kemungkinan yang akan terjadi, salah satunya memutuskan untuk mundur dan beristirahat dari dunia politik.

"Bisa jadi istirahat dulu nanti dilanjutkan lagi, itulah yang kami diskusikan," ungkapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

Regional
Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Regional
Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Regional
Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Regional
11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

Regional
Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Regional
Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Regional
Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X