Kasus Wali Kota Madiun, Kontraktor Mengaku Terpaksa Setor Upeti hingga 17 Persen

Kompas.com - 19/12/2016, 22:31 WIB
Salah satu pengusaha yang diperiksa penyidik KPK di Gedung Bhara Makota Polres Madiun Kota, Senin ( 19/12/2016). KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWISalah satu pengusaha yang diperiksa penyidik KPK di Gedung Bhara Makota Polres Madiun Kota, Senin ( 19/12/2016).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

MADIUN, KOMPAS.com - Kontraktor yang mendapatkan proyek di lingkup pemerintah kota Madiun terpaksa menyetor upeti untuk mempertahankan keberlangsungan perusahaan. Suap disetorkan hingga mencapai 17 persen dari nilai kontrak.

Direktur CV Mitra Karya Hari Prasetyo mengatakan bahwa pilihan untuk menyetorkan upeti itu terpaksa dijalani karena perusahaan perlu bertahan dengan memperpanjang izin setiap tahun.

Mereka juga perlu pengalaman kerja agar bisa mengikuti lelang dan mempertahankan grade perusahaan.

(Baca juga Kasus Suap Wali Kota Madiun, Kontraktor Akui Kerap Setor Upeti demi Proyek)

"Di situ kadang akhirnya terpaksa mau tidak mau kami ambil," kata Hari seusai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung Bhara Makota Polres Madiun Kota, Senin (19/12/2016).

Hari diperiksa sebagai saksi kasus suap dengan tersangka Wali Kota Madiun Bambang Irianto. Bambang sudah ditahan KPK sejak satu bulan lalu.

Sejatinya, Hari dijadwalkan diperiksa besok. Namun, ia datang lebih awal dan langsung diperiksa KPK.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Hari, upeti itu memberatkan para kontraktor. Namun, ia terpaksa mengikuti aturan main itu meski hal itu salah.

(Baca juga KPK Sita Empat Mobil Mewah dari Kediaman Wali Kota Madiun )

Hari yang tergabung dalam Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia mengaku dicecar penyidik KPK tentang mendapatkan proyek serta mekanisme pembagian proyek, berikut pungutan yang diminta.

Kepada penyidik, pengusaha yang akrab disapa Yoyok ini mengakui harus menyetor sejumlah uang ke bagian Bagian Administrasi Pembangunan (Adbang) dan Aset Sekretariat Daerah Kota Madiun bila ingin mendapatkan proyek dari Pemkot Madiun.

Tentang persentase uang yang disetor, Yoyok mengatakan pada kisaran 10-17 persen dari nilai kontrak.

Halaman:


25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X